mhnews.id.- Elektabilitas atau tingkat keterpilihan Ridwan Kamil (Kang Emil) menempati urutan tertinggi, meninggalkan figur Sandiada Uno, dan Agus Harimurti Yudhoyono dalam survey yang dilakukan Litbang Kompas.
Walau hanya untuk poisisi sebagai Calon Wakil Presiden (Cawapres) untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) Tahun 2024 mendatang, namun berada di posisi tertinggi bagi Kang Emil tentu saja sangat menggembirakan warga Jawa Barat.
Dengan demikian peluang Kang Emil dipilih oleh partai koalisi yang telah mengusung Anies Baswedan maupun koalisi partai lainnya seperti PDIP untuk dipasangkan menjadi Cawapres sangatlah besar. Bisa saja nantinya terbentuk pasangan Anies-Kamil atau Ganjar-Emil.
Melansir Kompas,com, jajak pendapat Litbang Kompas menunjukkan figur calon presiden (capres) papan tengah memiliki elektabilitas tinggi sebagai calon wakil presiden (cawapres).
Survei yang berlangsung 24 September-7 Oktober itu merekam tiga figur cawapres yang paling diminati publik adalah Ridwan Kamil, Sandiaga Uno, dan Anies Baswedan.
Emil memiliki tingkat elektoral sebagai cawapres pada urutan pertama dengan raihan elektabilitas 11,5 persen, disusul Sandiaga di posisi kedua dengan tingkat elektoral 10,6 persen.
“Menguatnya keterpilihan sosok Ridwan Kamil ataupun Sandiaga Uno untuk menjadi cawapres tidak terlepas dari apa yang dipersepsikan publik kepada tokoh terkait,” papar peneliti Litbang Kompas Erren Marsyukrilla, dikutip dari Harian Kompas, Rabu (26/10/2022).
Lalu, elektabilitas Anies sebagai cawapres berada di peringkat ketiga dengan raihan 9,3 persen. Disusul oleh elektabilitas Ganjar Pranowo di angka 7,3 persen dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang memperoleh tingkat elektoral 6,6 persen.
Survei Litbang Kompas ini dilakukan dengan wawancara tatap muka yang melibatkan 1.200 responden dari 34 provinsi. “Tokoh papan menengah dari elektabilitas capres dianggap mampu menjadi sosok cawapres ideal,” Erren.
Penentuan sampel dilakukan secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat. Metode itu memiliki tingkat kepercayaan mencapai 95 persen, dan margin of error lebih kurang 2,8 persen.
Penulis: Wawan Idris




