MHNEWS.id.- DPC PDI Perjuangan Kabupaten Indramayu masih perlu mengkoordinasikan secara intens dengan sesama partai pengusung untuk menentukan sosok pengganti Lucky Hakim.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Indramayu, Sirojudin, S.P., M.Si. mengatakan hal itu usai kegiatan halal bihalal dan konsolidasi pemenangan Pemilu Legislatif dan Presiden 2024 yang dilaksanakan di Dermayu Terrace.
“Kita ini kan pasangan Nina-Lucky didukung oleh tiga partai, tentunya kita harus koordinasi dulu dengan Gerindra dan Nasdem,” kata Sirojudin, Minggu (21/5/2023).
Ia mengaku telah berkomunikasi secara pribadi dengan Ketua dan Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jabar, namun belum menyampaikan secara resmi. Begitu pun terhadap Bupati Indramayu yang tak lain kader PDI Perjuangan yang menyarankan agar ditempuh melalui aturan yang berlaku.
“Ibu Bupati saya tanya, (Bupati Nina menjawab) sesuai dengan mekanisme yang ada. Artinya partai akan melakukan aturan sesuai dengan mekanisme yang ada,” tegasnya.
Di tempat yang sama, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jabar Ir. Ketut Sustiawan mengatakan perihal tersebut akan dibahas di internal partai. Menurutnya, PDI Perjuangan mempunyai mekanisme untuk menyikapi hal tersebut.
“Kita punya mekanisme internal, tentu saja proses ini melalui porses seleksi di DPC, lalu DPC menyampaikan ke DPD, dan terakhir rekomendasi tentu saja dari DPP,” kata Ketut mewakili Ketua DPD PDI Perjuangan Jabar, Ono Surono yang berhalangan hadir.
Ia menegaskan belum ada nama untuk mengisi posisi tersebut. Namun, saat ditanya kemungkinan akan diisi kader partai, ia tidak menampik jika kesempatan itu akan diambilnya.
“Tapi kan kita lihat bahwa yang kemarin mengusung Nina-Lucky itu kan ada tiga partai. Jadi tentu saja kita melakukan komunikasi politik dengan partai-partai bersangkutan,” ujarnya.
Penulis : Rohman
Editor : Wawan Idris




