mhnews.id.- Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Dedi Supandi, S.S.T.P., M.Si. menanggapi aspirasi dari FKK SMKS Jawa Barat tentang keinginan dari sekolah swasta untuk diperlakukan sama dengan sekolah berstatus negeri.
Aspirasi itu muncul pada kesempatan pengukuhan pengurus FKK SMKS Jabar di Kampu Hijau Kaplongan, Indramayu, Kamis (20/10). Salah satu aspirasi yang mengemuka adalah mengenai pembiayaan yang selama ini dinilai berbeda antara sekolah negeri dan swasta.
“Saya kembalikan mohon ada kajian-kajian agar kaitan dengan pemenuhan biaya pendidikan itu untuk setara SMK-nya seperti apa, nanti menjadi bagian bagi kami untuk memutuskan,” kata Dedi menanggapi aspirasi tersebut usai melantik pengurus FKK SMKS Jabar.
Ia juga mengapresiasi bahwa SMK swasta ternyata jumlahnya lebih banyak daripada yang berstatus negeri. Di Jawa Barat sendiri SMK Negeri berjumlah 288, sementara yang SMK berstatus swasta sebanyak hampir 2.900.
“Jadi kalau dilihat, jumlah negeri itu hanya 9,8 persen. Artinya, peran serta masyarakat ataupun lembaga-lembaga masyarakat yang mereka yang tergabung dalam forum sekolah swasta itu turut membantu pendidikan di Jawa Barat,” akunya.
Karena itu, pihaknya berharap adanya sinergitas antara sekolah negeri dengan swasta. Sinergitas tersebut terutama tercipta dalam hal penyetaraan biaya operasional bagi keduanya.
“Kami juga memohon membuat kajian, dan memohon kepada teman-teman sekolah swasta untuk melakukan inovasi-inovasi kaitan dengan beberapa permasalahan seperti penahanan ijazah dan lain sebagainya itu juga untuk diperhatikan,” katanya.
Penulis : Rohman
Editor : Wawan Idris




