MHNEWS.ID.- Ada pemandangan yang berbeda menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia tahun 2025 saat ini.

Pemandangan dimaksud adalah maraknya pemasangan bendera bajak laut dari manga One Piece yang disandingkan dengan bendera merah putih.

Bendera tersebut terpasang di mana-mana, dari teras rumah, truk, hingga bertebaran di jagat media sosial. Bendera bajak laut itu juga banyak yang dipasang satu tiang di bawah merah putih.

Namun banyak juga yang memasang saling berdampingan atau bersilang dengan dua tiang, yaitu satu bendera merah putih satu lagi bendera bajak laut dari manga One Piece.

Pengibaran bendera berlatar warna hitam dan bergambar sosok Jolly Roger yang khas dengan tulang bersilang di tengahnya itu dianggap sebagai simbol kekecewaan masyarakat terhadap negara.

Publik sangat kekecewa  

Maraknya pengibaran bendera One Piece dianggap sebagai simbol kekecewaan publik atas ketidakadilan yang dipertontonkan belakangan ini.

“Karena kondisi sekarang makin hari makin memperhatikan. Banyak ketidakadilan yang diperlihatkan. Yang benar jadi salah, yang salah jadi benar,” ujar Bayu (36), Jumat (1/8/2025).

Bayu yang merupakan seorang Nakama, sebutan fans bagi penikmat serial manga One Piece ini mengaku kekecewaan inilah yang melatarbelakangi para Nakama menyuarakan ketidakadilan dengan mengibarkan bendera Jolly Roger.

Menurut Bayu, pengibaran bendera One Piece juga bermakna adanya praktik penindasan dari berbagai bentuk yang dihadapi publik.

Melawan ketidakadilan

“Monkey D. Luffy (salah satu karakter utama dalam One Piece) punya cita-cita jadi orang paling memiliki kebebasan di seluruh lautan,” ungkapnya.

“Dia enggak segan lawan orang-orang kuat dan elite yang suka menindas. Mungkin semangat Luffy ini dianggap bisa mewakili sikap para Nakama,” lanjut dia.

Bayu berpendapat, pengibaran bendera Jolly Roger merupakan suatu hal yang sah.

“Toh bukan organisasi yang dilarang pemerintah. Sepanjang kita masih memasang bendera Merah Putih, merayakan hari kemerdekaan harusnya enggak masalah dong,” tegas dia.

Seorang Nakama lainnya yang mengaku bernama Satya (32) memasang bendera Jolly Roger di depan rumahnya.

Satya mengatakan, pemasangan bendera Jolly Roger seyogianya sudah ada sejak One Piece pertama kali dirilis.

“Kami memasang bendera itu sebagai bentuk protes atas buruknya kebijakan pemerintah pascareformasi,” kata Satya.

Penulis: Wawan Idris