mhnews.id.- Kasus pembunuhan dengan tersangka Ferdy Sambo kian melebar dan gaduh. ‘Borok’ mantan Kadiv Propam itu terus diulik dan diungkap media, terutama media sosial, bahkan pejabat tinggi negara.
Borok Sang Jendral Bintang Dua yang terungkap di media antara lain, memiliki bunker dengan total uang tersimpan Rp 9.000 miliar, memiliki kerajaan di tubuh Polri, dan kini tersebar luas kalau Ferdy Sambo memiliki kekaisaran dan konsorsium judi online 303.
Tentang kepemilikan kekaisaran dan konsorsium judi online 303 ini gambar grafiknya beredar di tiktok dan twitter, khususnya akun @opposite090192. Melalui akun ini, kini grafik kerajaan judi online yang diduga milik Ferdy Sambo beredar di lini massa.
Pada gambar yang tersebar di tiktok @opposite090192 itu berisikan foto dan keterangan tugas sejumlah pejabat Polri termasuk Kapolda Metro Jaya, Fadil Imran di bawah komando Ferdy Sambo.
Grafik Kekaisaran Sambo berisikan skema Sambo mengatur jalannya operasional beberapa bisnis judi online 303. Tak hanya nama pejabat Polri, beberapa nama warga sipil yang berperan sebagai bandar dan juga seorang yang terkenal dengan nama Crazy Rich Surabaya.

foto: dokumen istimewa
Dilansir dari disway.id, si Crazy Rich Surabaya berperan di konsorsium Surabaya sebagai kasir lalu mencuci uang setoran, menjalin kerjasama dengan bandar judi online Filipina dan melakukan setor dana kepada Propam Surabaya yang seterusnya diteruskan hingga sampai kepada Sambo.
Akun tiktok @opposite090192 menyebarkan 4 gambar grafik Kaisar Sambo yang sudah disukai 8.395 dan dicuit ulang sebanyak 3.900 kali. Gambar tersebut beredar lengkap dengan nomor HP para pejabat Polri dan sipil yang terlibat.
Rocky Gerung bereaksi
“Orang langsung percaya karena tidak ada keterangan yang bisa dipercaya, akhirnya muncul gambar, kekaisaran dan sebagainya,” kata Rocky Gerung yang dikutip dari tayangan yang berjudul “Serem Beredar Grafik Lengkap Kekaisaran Dunia Gelap Ferdy Sambo’, Kamis (18/8).
“Itu bahayanya ketika sebuah keterangan resmi sudah tidak dipercaya lagi maka publik akan mempercayai sesuatu yang tidak resmi,” tambahnya. Menurut Rocky Gerung, munculnya keterangan grafik karena ketidakpercayaan publik sehingga banyak spekulasi yang menuntut sebuah klarifikasi.
“Publik menshare itu untuk mempercepat proses mitigasi kekacauan di Polri sendiri. Nah kita tunggu Jenderal Sigit mengklarifikasi ini. Kalau dia tidak menerangkan, hiruk pikuk lagi,” tuturnya.
Rocky beranggapan bahwa grafik dunia gelap Ferdy Sambo ini harus diklarifikasi Kapolri. Ditegaskannya, Kapolri harus datang untuk menerangkan isu di publik itu, benar atau salah, setengah benar atau setengah salah. “Apalagi ada seolah-olah Kapolri lemah sehingga harus diganti. Beri kesempatan Kapolri menerangkan itu,” tutur Gerung.
Penulis: Wawan Idris
Sumber: disway.id dan tiktok @opposite090192




