MHNEWS.id.- Fenomena El Nino dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif jika tidak terkendali, dapat menimbulkan krisis kualitas lingkungan, ekonomi, sosial, hingga kesehatan masyarakat.

“Belum lagi, di musim kemarau, udara akan menjadi lebih kering dan banyak debu sehingga juga sangat rentan terhadap penyebaran penyakit,” ujar Plt. Deputi Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan, beberapa waktu lalu.

Sebagai informasi, berdasarkan pengamatan yang dilakukan BMKG, indeks El Nino pada bulan Juli mencapai 1,01 dengan level moderate, sementara IOD sudah memasuki level index yang positif.

“Sebelumnya, pada bulan Juni hingga dasarian 1 bulan Juli, El Nino masih dalam level lemah sehingga dampaknya belum dirasakan,” papar Ardhasena Sopaheluwakan.

Namun setelah itu dalam waktu yang bersamaan, El Nino dan IOD positif yang sifatnya global dan skala waktu kejadiannya panjang dalam hitungan beberapa bulan terjadi dalam waktu yang bersamaan.

Diingatkan Ardhasena Sopaheluwakan, sektor pertanian bisa terdampak kekeringan. Pasalnya, lahan pertanian tadah hujan yang masih menggunakan sistem pertanian tradisional yang sangat bergantung pada iklim dan curah hujan.

Kondisi kekeringan ini dapat menjadi kondisi yang berujung kepada bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), bahkan terjadinya krisis pangan akibat gagal panen.

Karhutla tegas Ardhasena, jika tidak terkendali, dapat menimbulkan krisis kabut asap yang berdampak pada kualitas lingkungan, ekonomi, sosial, hingga kesehatan masyarakat.

Mengingat feniomena tersebut, Ardhasena mengingatkan semua pihak untuk menghemat penggunaan air di dalam maupun di luar rumah.

Kemarau kering yang melanda akibat El Nino dan IOD Positif diperkirakan akan membuat debit air sungai maupun sumber mata air mengalami penurunan, sehingga dapat berdampak pada ketersediaan dan pasokan air bersih.

“Gunakan bak penampung guna mengantisipasi kelangkaan air. Biasakan matikan kran saat tidak digunakan, atur jadwal menyiram tanaman dan mencuci kendaraan, pakailah air sesuai kebutuhan,” imbaunya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengingatkan masyarakat akan dampak El Nino dan (IOD) positif. Menurutnya fenomena itu dapat menyebabkan kekeringan, gagal panen, dan krisis pangan.

Presiden Joko Widodo pun mewanti-wanti kepada Menteri Pertanian agar segera mengambil langkah lebih dini dalam menghadapi fenomena El Nino dan IOD positif tersebut, sehingga krisis pangan yang mengancam pun dapat diatasi dengan baik.

Penulis: Wawan Idris