MHNEWS.id.- Tengat waktu pendaftaran pasangan calon bupati dan calon wakil bupati untuk Pilkada khususnya pemilihan Bupati Indramayu 2024 semakin mepet.

Namun sampai saat ini belum ada satu partai politik atau partai gabungan (koalisi) pun yang sudah final memiliki pasangan calon bupati dan calon wakil bupati. Padahal pendaftaran akan ditutup pada 29 Agustus 2024.

PDIP yang bisa mengajukan pasangan calon sendiri tanpa harus membentuk koalisi pun belum memiliki pasangan calon. Saat ini PDIP baru final mengusung Nina Agustina sebagai calon bupati sedangkan untuk wakilnya masih mencari.

Banyak figur yang sebenarnya sangat cocok untuk menjadi pendamping Bupati Indramayu, Nina Agustina dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024, baik dari kalangan politisi, akademisi, birokrat atau mantan birokrat, maupun ulama.

Dari kalangan politisi sebut saja ada Ketua DPC PDIP, Sirojudin, Ketua Harian DPD Golkar Jawa Barat, Daniel Mutaqien Syafiuddin, Ketua DPC Partai Gerindra, Kasan Basari, Ketua DPC PKB, Amroni atau kadernNya, Dedi Wahidi. Ada pula Ruswa dari PKS, ada kader Partai Demokrat.

Sedangkan dari kalangan akademisi ada Rektor Universitas Wiralodra (Unwir), Dr. Ujang Suratno, S.H., M.Si. dan Ketua Yayasan Wiralodra, Dr. Dudung Indra Ariska, S.H., M.H..

Dari kalangan birokrat atau mantan birokrat ada Sekretaris Daerah, Aep Surahman dan Rinto Waluyo. Sedangkan dari kalangan ulama ada Ketua PC NU Indramayu, M. Mustofa, dan Ketua MUI Indramayu, Moh. Syatori.

Ketua DPC PDIP Indramayu, Sirojudin mengatakan, calon wakil bupati bagi calon bupati Nina Agustina dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Indramayu yang akan digelar 27 November 2024 sampai saat ini samasih dalam tahap penjajagan.

“Belum final. Kita masih mencari figur yang paling cocok bagi Bu Nina,” ungkap Sirojudin. Namun demikian, Sirojudin mengatakan calon wakil bupati untuk Nina Agustina bisa dari politisi, birokrat, ulama, maupun akademisi.

Sementara Analis Politik Elektroral dan Sosial, K.H. Adlan Daie mengingatkan, sosok calon wakil bupati bagi Nina Agustina akan sangat menentukan elektoral. Jika salah pilih bisa sangat merugikan calon incumbent itu.

Penulis: Wawan Idris