ALHAMDULILLAHI ROBBIL ‘ALAMIN. Allahumma sholli ‘ala Muhammad, wa‘ala alihi wa shohbihi wa sallam. Abu Jahal dikenal sebagai sosok yang sangat membenci Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat.

Imam Muslim dalam shahihnya menyebutkan suatu kisah ketika Abu Jahal ingin mengganggu Nabi Shollallohu ‘alaihi wa sallam. Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu berkata:

”Abu Jahal berkata, “Apakah kalian melihat Muhammad menggosokkan kepalanya di tanah?” “Ya!” Abū Jahal berkata, “Demi Latta dan Uzza, andai aku lihat Muhammad sujud, sungguh-sungguh aku akan menginjak lehernya atau sungguh-sungguh akan kugosokkan wajahnya di tanah.”

Kemudian dia mendatangi Rosulullah Shollallohu ‘alaihi wa sallam yang sedang shalat dan dia menyangka akan menginjak leher Beliau. Tiba-tiba Abū Jahal mundur berjalan ke belakang dan menghalang-halangi dengan kedua tangannya.

Maka ditanyakan kepadanya, “Ada apa dengan engkau?” Abu Jahal berkata, “Sungguh aku melihat antara aku dengan dia ada nyala api, sesuatu yang menakutkan, ada sayap-sayap malaikat.”

Maka Rosulullah Shollallohu ‘alaihi wa sallam berkata, “Seandainya dia berani terus mendekati aku, sungguh malaikat akan mencincang tubuhnya satu persatu.”

Maka Allah Azza wa Jalla pun menurunkan firman-Nya: “Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas, karena dia melihat dirinya serba cukup. Sesungguhnya hanya kepada Tuhanmulah kembali(mu).

Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang, seorang hamba ketika mengerjakan shalat? Bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu berada di atas kebenaran, atau dia menyuruh bertakwa (kepada Allah)?

Bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu mendustakan dan berpaling? (yaitu Abu Jahal). Tidaklah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya?

Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya, (yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka.

Maka biarlah dia memanggil golongannya (untuk menolongnya). Kelak Kami akan memanggil malaikat Zabaniyah. Sekali-kali jangan, janganlah kamu patuh kepadanya.” (Q.S. Al-‘Alaq: 6-18). .

Demikian juga Imam Bukhāri meriwayatkan dari ‘Urwah bin Az-Zubair. Ia berkata: “Aku bertanya kepada ‘Abdullah bin ‘Amr, “Perkara apa yang paling berat/parah yang pernah dilakukan kaum musyrikin kepada Rosulullah Shollallohu ‘alaihi wa sallam?”

Dia berkata, “Saya pernah melihat ‘Uqbah bin Abī Mu’aith mendatangi Nabi shalallahu ‘alaihi wå sállàm dalam keadaan shalat.

Kemudian dia mengambil selendangnya lalu melilitkan selendang tersebut ke leher Nabi Rosulullah Shollallohu ‘alaihi wa sallam kemudian dia tarik/cekik Nabi dengan sekuat-kuatnya. Abū Bakr pun datang dan mendorong ‘Uqbah bin Abī Mu’aith hingga terjauhkan dari Nabi.

Abu Bakar berkata, “Apa kalian ingin membunuh seseorang yang berkata Rabbku adalah Allāh dan telah datang kepada kalian dengan dalil-dalil dan hujjah-hujjah dari Rabb kalian?” (Q.S. Ghoofir: 28) .

Penulis  : Wawan Idris
Sumber: firanda.com