mhnews.id.- Bagaimana reaksi orang-orang muslim ketika Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MbS) akan mengubah Arab Saudi yang selama ini bernuansa religi dan suci itu menjadi kota wisata yang gemerlap, ‘sorga dunia’?
Putra Mahkota MbS memang seolah tak berhenti bermimpi untuk terus melakukan perubahan negaranya meskipun penuh kontroversi. Sebelumnya MbS ini akan berencana mengizinkan penjualan dan konsumsi minuman alkohol di daerah tertentu.
Melansir cnnindonesia, melalui sebuah dokumen yang didapat The Wall Street Journal (WSJ), kini Saudi berencana mengizinkan penjualan dan konsumsi wine, cocktails, hingga sampanye di sebuah resor yang terdapat di ‘kota futuristik’ Neom.
Jika terkonfirmasi, ini akan menjadi aturan terbaru yang diterapkan pemerintah kerajaan yang membuat Saudi, negara konservatif yang masih menerapkan hukum syariat Islam, menjadi semakin moderat. Pasalnya, selama ini, Saudi melarang penjualan dan konsumsi minuman alkohol di seluruh negeri.
Apa itu Kota Neom?
Kota Neom merupakan bagian dari mega proyek Saudi yang kini masih berlangsung. Kota masa depan ini dibangun di Provinsi Tabuk, Barat Laut Saudi yang menghadap Mesir di seberang Laut Merah.
MbS mengklaim Kota Neom akan dibangun seluas 26.500 kilometer di atas tanah gurun gersang lengkap dengan teknologi tinggi dan berkapasitas untuk 450 ribu orang pada 2026 serta 9 juta penduduk pada 2045. Kota futuristik ini rencananya selesai bertahap mulai 2025.
Neom hanyalah salah satu bagian dari proyek besar pariwisata Saudi senilai US$1 triliun. Proyek ini bagian dari Visi Saudi 2030 yang telah digagas Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MbS) sejak naik takhta pada 2017 lalu.
Visi tersebut bertujuan mendiversifikasi perekonomian Saudi agar tidak hanya mengandalkan minyak saja. Kini, sektor pariwisata menjadi salah satu keran pemasukan negara bagi Saudi.
The Line
Di Kota Neom, Saudi juga akan membangun proyek ambisius gedung pencakar langit setinggi 500 meter, selebar 200 meter, dan sepanjang 170 kilometer yang disebut The Line. Pangeran MbS selaku Dewan Direksi mengumumkan langsung desain pembangunan The Line pada 25 Juli lalu.
Maket proyek tersebut juga dipamerkan di Dhahran Expo 6-21 September ini. Proyek ambisius ini bernilai US$100 miliar hingga US$200 miliar.
Oxagon
Saudi juga berencana membangun kota industri berbentuk segi delapan atau Oxagon dan resor musim dingin 30 lantai di sisi pegunungan di wilayah itu. Kota Oxagon sebagian akan dibangun melayang di atas Laut Merah.
Menurut situs mega proyek Neom, Oxagon akan menjadi struktur di atas permukaan laut terbesar di dunia. Saudi juga berencana menerapkan 100 persen sumber energi bersih di Oxagon seluas 48 kilometer persegi itu.
Pulau Sindalah
Pembangunan Neom juga diperluas ke Pulau Sindalah di Laut Merah. Pulau itu akan dijadikan sebuah resort megah yang hanya berjarak beberapa kilometer dari resort Sharm El Sheikh di Mesir.
Menurut dokumen perencanaan yang ditinjau The Wall Street Journal, Sindalah dilaporkan akan menyediakan bar wine premium, bar koktail, serta bar sampanye dan makan penutup. Selain itu, Saudi juga bakal mengizinkan toko-toko ritel menjual alkohol secara terbuka.
Sejumlah foto yang tertera dalam dokumen proyek Sindalah memperlihatkan seorang bartender menuangkan koktail di botol merek premium vodka, wiski, dan anggur.
Dalam foto itu, para tamu juga tampak duduk di kursi sembari berbincang. Di meja terlihat botol alkohol dan beberapa potong kue di atas piring. Gambar lain menunjukkan dokumen itu memperlihatkan perempuan berbikini dan laki-laki bertelanjang di kapal pesiar dan kolam renang.
“ akan menjadikan Laut Merah sebagai tujuan baru kapal pesiar super dan menarik sejumlah orang paling kaya dan berpengaruh di dunia,” demikian bunyi dokumen yang diketahui rilis pada Januari lalu tersebut. Resort di Sindalah ini dikabarkan akan mulai dibuka 2023 mendatang.
Resort Ski Trojena
Selain resort pantai dan gedung pencakar langit, Arab Saudi juga akan membangun area ski di daerah pegunungan Neom yang dikenal Trojena. Kota Neom juga akan menjadi hub industri dan teknologi Saudi yang akan dilengkapi dengan pelabuhan, bandara, hingga kompleks perumahan dan properti lainnya.
Penulis: Wawan Idris




