MHNEWS.id.- Video ajakan Rosario de Marshall atau Hercules kepada Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi untuk berduel dalam beberapa hari ini viral di berbagai media.

Dalam video itu Hercules selain mengajak duel juga menebar ancaman. Dengan kata-kata kasarnya Hercules mengaku akan menghabisi Kombes Hengki hanya dalam waktu lima menit.

“Kombes Hengki Haryadi ya, gue gak takut sama dia. Kau kecil Hengki Haryadi. Anggota saya ada 1.000.400, ini biar Pak Kapolri, Pak Sigit biar dengar saya bicara ini,” kata Hercules di video.

Ajakan duel terhadap Kombes Hengki Haryadi ini dilakukan pada saat silaturahmi dengan para pengurus Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) yang menjadi pendukung Calon Presiden Prabowo Subianto.

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi akhirnya buka suara terkait video viral Hercules yang menebar ancaman terhadap dirinya. Hengki Haryadi menegaskan dirinya tidak akan takut dan tunduk terhadap ancaman Hercules tersebut.

“Karena dia sudah minta maaf, sebagai orang beragama tentu saya maafkan. Namun negara tidak boleh kalah dengan premanisme, tidak ada kelompok manapun yang bergerak di atas hukum,” kata Hengki Haryadi menanggapi ancaman Hercules tersebut, di Jakarta, Jumat (9/6/2023).

Lulusan Akpol 1996 ini menegaskan aparat penegak hukum dilindungi undang-undang dalam menjalankan tugasnya. Ia juga menekankan perbuatan melawan petugas memiliki ancaman hukuman yang berat.

Hengki Haryadi kemudian menyinggung soal Hercules yang sudah 3 kali ditangkap polisi. Hengki Haryadi sendiri pernah menangkapnya semasa dirinya menjabat sebagai Kapolres Metro Jakarta Barat beberapa tahun lalu.

“Untuk kasus Hercules, jadi bukan dua kali, sudah ditangkap oleh tim kami tiga kali ya. Pertama kasus melawan petugas di mana saat itu tahun 2013 ditangkap di Jakarta Barat, kita bagi tugas Polres Metro Jakarta Barat melakukan penyidikan kasus pemerasaan, kemudian melawan petugas,” bebernya.

“Jadi kalau dulu masih ingat (Hercules) keluar tahanan kita tangkap lagi, pada tahun 2018 kita tangkap lagi kasus pemerasan dan pendudukan lahan,” lanjut mantan Kapolres Metro Jakarta Pusat ini.

Hercules sendiri akhirnya meminta maaf kepada Kombes Hengki Haryadi setelah video ancamannya viral di berbagai media. Ia bahkan mengaku pernyataannya itu hanya spontanitas.

“Saya Hercules pertama mengucapkan minta maaf sebesar-besarnya kepada Pak Hengki atas kemarin kejadian salah paham mengenai orang memberi berita ke saya,” katanya dalam video.

“Pak Hengki katanya ada TO saya, ada target saya, ternyata itu terhadap orang itu, ternyata salah sampai ke acara saya, ada sedikit spontanitas di luar kesadaran, iya, ada saya mengeluarkan kata-kata yang kurang baik,” ujarnya.

Penulis: Wawan Idris