mhnews.id.- Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Indramayu memberikan acungan dua jempol kepada SLB Negeri 2 Indramayu. Pasalnya, lembaga pendidikan dengan peserta didik para disabilitas itu mensimulasikan proses demokrasi yang baik kepada siswanya.
Dalam hal ini, peserta didik sekolah tersebut memperagakan rangkaian pemilihan langsung guru terfavorit layaknya momen pemilu. Simulasi tersebut dilakukan dalam memperingati HUT PGRI.
Pihak KPU Kabupaten Indramayu yang hadir sebagai terundang pada kegiatan tersebut dibuat kagum oleh simulasi pemilihan langsung yang dilakukan siswa disabilitas.
“Bagi kita, ini unik. Penyelenggaranya adalah temen-temen difabel, mereka menjadi penyelenggara dan pemilih,” kata Ketua KPU Kabupaten Indramayu, Ahmad Toni Fatoni, Senin (21/11).
Menurutnya, simulasi pesta demokrasi yang dilakukan siswa disabilitas tersebut menegaskan bahwa proses demokrasi dapat dilaksanakan semua elemen masyarakat.
Hal itu juga mestinya turut mendorong meningkatnya partisipasi masyarakat umum pada proses demokrasi berkaca dari kemampuan yang telah dilakukan kalangan berkebutuhan khusus.
“Tentu bagi siapa pun tidak bolah ada kendala dan halangan (mensukseskan pemilu),” katanya.
Selain pihaknya sebagai undangan pada kegiatan tersebut juga sekaligus mensosialisasikan Pemilu 2024 kepada keluarga besar SLB Negeri 2 Indramayu. Menurutnya, semua komponen masyarakat harus menjadi bagian untuk suksesnya Pemilu 2024.
“Harapanya bahwa KPU tetap memastikan temen-temen difabel itu juga punya aksesibilitas, baik dia menjadi peserta pemilu atau menjadi penyelenggara,” ujarnya.
Komisioner KPU Kabupaten Indramayu Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia, Dewi Nurmalasari, menilai sangat positif yang dilakukan siswa berkebutuhan khusus tersebut.
Karena itu, menurutnya kegiatan tersebut patut ditiru oleh siswa di sekolah-sekolah lain. “Sekolah berkebutuhan khsusus saja dapat melaksanakan kegiatan simulasi semacam itu. Bukan hanya simulasi ya, itu praktik demokrasi seperti itu, pemilihan secara langsung,” ucapnya.
Ia pun berharap gelaran Pemilu 2024 terinformasikan kepada semua elemen masyarakat termasuk kaum disabilitas. Pihaknya juga akan terus berupaya mensosialisasikannya secara inklusi.
“Tidak ada yang kita bedakan, semuanya kita sentuh, segmen apapun kelompok masyarakat agar mendapat informasi atau sosialisasi yang memadai. Semoga dapat meningkatkan angka partisipasi masyarakat di Pemilu 2024,” pungkasnya.
Penulis : Rohman
Editor : Wawan Idris




