mhnews.id. – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Indramayu, Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Karya Remaja (KR) sedang menjadi sorortan karena setatusnya sebagai bank dalam pengawasan intensif (BDPI).
Setatus ini (BDPI) menusul ditemukannya kredit macet yang angkanya sangat fantastis, yaitu mencapai Rp 150 miliar. Kredit macet sebanyak itu untuk sebuah BPR sangatlah besar sehingga wajar jika nasabah menjadi was-was, panik, bahkan ‘liar’.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui hasil auditnya menyatakan bahwa BPR KR kurang sehat tata kelola keuangannya. BPR KR juga menjadi sorotan dengan dibentuknya Satgas untuk mengatasi permasalahan yang sedang diemban itu.
Meski kondisi demikian, anggota DPRD Kabupaten Indramayu H. Abdul Rohman meminta para nasabah BPR KR untuk tetap santai menyikapinya. “Saya berharap nasabah jangan terlalu panik,” katanya, Sabtu (27/8).

Anggota Komisi I DPRD Indramayu, H. Abdul Rohman meminta nasabah tidak panik
Menurutnya, tak perlu panik itu karena kondisi saat ini akan terlewati seiring berjalannya waktu. Perusahaan daerah ini akan kembali baik setelah nanti manajemennya dibenahi.
“Karena perusahaan daerah ini masih punya potensi untuk rebound setelah ada perombakan direksi dan perbaikan manajemen,” ujar anggota Komisi I DPRD Indramayu dari F-PDIP ini.
Penulis : Rohman
Editor : Wawan Idris




