MHNEWS.ID.- Kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menambah kapasitas rombongan belajar (rombel) SMA dan SMK karena terbatas daya tampung sekolah.

Jumlah lulusan SMP di Jawa Barat yang hendak melanjutkan ke SMA dan SMK sangat besar, sementara daya tampung sekolah negeri masih sangat terbatas.

“Kita harus menampung jumlah siswa hampir 800.000,” papar Dedi Mulyadi melalui video yang diunggah di media sosial, Sabtu (2/8/2025).

“Dan yang terserap oleh sekolah pemerintah juga tidak semuanya. Hanya 40 persen dari total siswa yang dihasilkan,” sambungnya.

Hal itu dipaparkan Dedi Mulyadi menjawab kritik tajam dari anggota Komisi VIII DPR-RI Athalia Praratya yang juga sekaligus istri mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Dedi Mulyadi menjelaskan, kebijakan itu dijalankan karena ruang kelas di seluruh daerah Jawa Barat sangat minim. Ini terjadi karena selama ini pembangunan ruang kelas baru sedikit.

“Ini terjadi karena di Provinsi Jawa Barat sejak tahun 2020 sampai saat ini membangun sekolah barunya sangat sedikit. Tahun 2020 Provinsi Jawa Barat tidak membangun satu pun unit sekolah baru SMA dan SMK,” ungkapnya.

“Tahun 2021 hanya membangun 2 unit SMA. Tahun 2022 hanya membangun 1 unit. Tahun 2023 membangun 6 unit: 1 SMA, 3 SMK, dan 2 SLB,” lanjutnya.

“Tahun 2024 membangun 5 unit: 1 SLB, 3 SMA, dan 1 SMK. Tahun 2025 membangun 15 unit: 11 SMK, 2 SLB, dan 2 SMA,” bebernya.

Untuk tahun depan, ia berkomitmen menambah pembangunan sekolah secara signifikan.

“Insya Allah Bu, tahun depan saya akan membangun 50 unit agar anak-anak di Jawa Barat bisa sekolah dengan baik,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Dedi mengapresiasi perhatian istri Ridwan Kamil itu terhadap pendidikan di Jabar dan menyampaikan salam kepada mantan Gubernur Jabar, Ridwan Kamil.

“Untuk itu saya ucapkan terima kasih atas perhatian Ibu yang begitu peduli terhadap dunia pendidikan di Jawa Barat,” ujarnya.

“Salam hormat buat Pak Ridwan Kamil. Semoga Bapak dan Ibu sehat dan bahagia selalu,” pungkasnya.

Penulis: Wawan Idris