mhnews.id.- Sistem penyaluran pupuk dengan cara penyusunan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) melalui kelompok-kelompok tani diakui oleh Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Balongan sebagai cara yang tepat.
Ketua KTNA Kec. Balongan H. Hilmi Agus Tantowi, S.E. mengatakan ketepatan cara tersebut yang membuat petani terpenuhi kebutuhan pupuknya. Menurutnya, hal itu akan berjalan aman selagi kelompok-kelompok tani itu aktif, kios-kios penjual pupuknya juga bekerja sama, serta Penyuluh Pertanian Lapangan aktif memantau.
“Alhamdulillah aman, terpenuhi semua. Memang ada beberapa petani yang tidak masuk ke dalam RDKK, itu sebenarnya masalah klasik,” katanya Hilmi yang juga Ketua Asisoasi Penjual Pupuk se-Kecamatan Balongan ini, Rabu (24/8).
Ia pun menjelaskan bahwa kelompok-kelompok tani dengan menyusun RDKK ini keberadaannya merasa diakui. Kondisi demikian ini membuktikan semakin baiknya bidang pertanian.
“Kalau dulu, kelompok tani gak dihargai. Seolah-olah kelompok tani hanya simbol saja. Tapi sekarang kan enggak. Kelompok taninya bener-bener diakui dan terlibat langsung dalam menyusun RDKK,” ujarnya.
Ia menyebutkan terpenuhinya pupuk di Kecamatan Balongan dengan dua jenis pupuk bersubsidi untuk setiap hektarnya yaitu masing-masing Urea 5,5 kuintal dan NPK 2,5 kuintal, sehingga total keduanya 8 kuintal.
“Kemarin itu kita mengadakan uji lab dari PT Pupuk Indonesia, bahwa (kadar tanah) di Kecamatan Balongan ini fosfatnya udah tinggi,” ucapnya.
Penuli : Rohman
Editor : Wawan Idris




