MHNEWS.id.- Banyak orang yang membuly dan nyinyir kebijakan pemerintahan Presiden Joko Widodo, tidak terkecuali soal Bandara Internasional Kertajati (BIK), Majalengka, Jawa Barat ini.
Bagi para pembenci Jokowi, pembangunan dan pengaktifan BIK adalah kebijakan salah dan merugikan negara. Mereka bahkan tidak sedikikit yang mengumpamakan BIK adalah produk pembangunan ugal-ugalan Jokowi yang tidak ada manfaatnya.
Benarkah BIK ini tidak bermanfaat bagi masyarakat? Melihat aktivitas BIK saat ini rasanya patut bersyukur, karena ternyata tudingan mereka itu hoax belaka.
Betapa tidak? Sepanjang musim haji tahun ini BIK digunakan untuk penerbangan jamaah calon haji tanah air ke Arab Saudi dan sebaliknnya saat kepulangannya. Dan ini berjalan sukses.
Sekarang, maskapai nasional Garuda Indonesia kembali membuka layanan penerbangan langsung ke Tanah Suci dari BIK. Penerbangan langsung tersebut dilayani melalui rute penerbangan Kertajati-Jeddah pulang pergi (PP).
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan pembukaan rute penerbangan langsung dari BIK ke Tanah Suci merupakan bentuk dukungan perusahaan terhadap pengembangan Bandara Kertajati sebagai hub penerbangan di Jawa Barat.
“Hadirnya penerbangan langsung ke Tanah Suci dari Kertajati ini juga merupakan upaya kami dalam mengoptimalkan peluang pasar umrah yang saat ini terus tumbuh khususnya dari wilayah Jawa Barat,” kata Irfan dalam keterangan tertulis, Senin (7/8/2023).
Penerbangan Kertajati-Jeddah pp dilayani 1 kali setiap minggunya yaitu pada hari Minggu dan dioperasikan dengan GA 902 yang diberangkatkan dari BIK pada pukul 11.40 WIB dan tiba di Bandara Internasional King Abdul Aziz pada pukul 17.30 LT.
Sementara itu, penerbangan dari Jeddah ke Kertajati akan dilayani dengan GA 903 dan akan diberangkatkan dari Bandara Internasional King Abdul Aziz pada pukul 19.30 LT dan akan tiba di BIK pada pukul 10.00 WIB.
Penerbangan perdana dilakukan pada Minggu (6/8/2023) dan dioperasikan dengan armada B777-300 ER. Pada penerbangan perdana tersebut, Garuda Indonesia mengangkut sedikitnya 370 calon jemaah ke Jeddah.
Layanan penerbangan umrah dari BIK sejalan dengan upaya optimalisasi kapasitas produksi yang dilaksanakan perusahaan, di mana Garuda Indonesia sedang mengoptimalkan rute penerbangan melalui pengembangan pangsa pasar umrah sebagai salah satu pangsa pasar unggulan di Indonesia.
Pengembangan pasar umrah tersebut salah satunya dilaksanakan dengan pengoperasian penerbangan langsung ke Tanah Suci melalui 5 kota besar di Indonesia yang dilakukan secara bertahap yaitu Banda Aceh, Yogyakarta, Makassar, Surabaya, dan Kertajati.
“Kiranya dengan pembukaan penerbangan langsung ke Tanah Suci dari Bandara Kertajati ini akan memberikan nilai tambah bagi masyarakat Jawa Barat melalui ragam aksesibilitas langsung untuk menjalankan ibadah ke Tanah Suci,” ujarnya.
Garuda Indonesia (GI) memberi layanan penerbangan yang aman dan nyaman dengan waktu yang lebih efisien. Selain itu GI juga dapat memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi Jawa Barat, khususnya melalui Majalengka dan sekitarnya.
Penulis: Wawan Idris




