mhnews.id.- DPRD Indramayu masih mengkaji rencana Pemerintah Daerah memberikan motor untuk para kepala desa (Kades) atau kuwu di Kabupaten Indramayu. Namun menurut Ketua DPRD Syaefudin, pemberian motor tersebut kurang mengedepankan kepentingan masyarakat luas.
Ditegaskan Syaefudin yang juga Ketua DPD Partai Golongan Karya Indramayu ini, pemberian motor kepada para kuwu di luar Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Indramayu.
“Ada pengajuan pemberian motor untuk para kuwu. Saya liat ini manfaatnya kurang tepat. Masih mending dialokasikan saja untuk membantu kepentingan masyatakat luas di desa itu,” tegasnya kepada mhnews.id saat diwawancari di ruang kerjanya, Kamis (1/9).
Lebih lanjut Syaefudin memberian saran, jika memang alasan eksekutif memberikan motor untuk menunjang aktivitas para kuwu, sebaiknya motor itu diganti saja dengan pemberian mobil siaga. “Ini (mobil siaga) akan memberikan manfaat yang jauh lebih besar dibanding motor,” tuturnya.
Mobil siaga tegasnya, jika diberikan (dianggarkan) akan sesuai dengan RPJMD yang menjadi buku sakti dari penjabaran visi misi bupati. Terlebih lagi, saat ini belum semua desa memiliki mobil siaga.
Dari total 317 kelurahan dan desa di Indramayu yang memiliki mobil siaga baru kurang lebih setengahnya. Padahal mobil siaga ini penting dimiliki desa untuk membantu keperluan masyarakat seperti mengantar orang melahirkan, mengantar orang sakit, dan keperluan lain warga di desa itu.
“Mobil siaga lebih bermanfaat bagi warga desa. Berbeda dengan motor, kepentingannya hanya untuk individu saja, yaitu kuwu atau lurah saja. Karena hal itu pula DPRD menyarankan Pemerintah Daerah untuk melakukan perubahan soal rencana pemberian motor tersebut,” tegasnya.
Dewan menunggu sikap Pemerintah Daerah atas sarannya itu dalam rapat paripurna pembahasan Persetujuan Kebijakan Umum Anggaran Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) RAPBD Tahun 2023 dan Anggaran Perubahan 2022 Kabupaten Indramayu, besok Jum’at (2/9).
Penulis : Iir Sairoh
Editor : Wawan Idris




