MHNEWS.id.- Pelaksanaan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia tahun 2024 masih lama, namun berbagai lembaga survey terus melakukan update terhadap elektabilitas calon presiden (capres).

Sebagaimana diketahui saat ini telah mengerucut ada tiga sosok capres, yaitu Ganjar Pranowo yang diusung PDIP dan PPP, Prabowo Subianto (Gerindra), dan Anies Baswedan (NasDem, PKS, Demokrat).
Elektabilitas ketiga capres itu berdasarkan beberapa lembaga survey memang masih dinamis. Namun demikian dari ketiga capres tersebut elektabilitas Anies Baswedan selalu paling buncit. Padahal pencapresan Anies jauh lebih awal dibandingkan Ganjar maupun Prabowo.

Sebaliknya elektabilitas Ganjar Pranowo yang baru secara resmi dicalonkan PDIP dan PPP justru selalu nomor satu. Bahkan jauh sebelum secara resmi dicapreskan, elektabilitas Gubernur Jawa Tengah ini selalu berada di puncak.
Banyak pakar yang mempertanyakan stagnannya elektabilitas Anies Baswedan. Mengingat sosialisasi Anies sangat masif, terutama yang dilakukan ribuan relawannya. Di media sosial sosok Anies sebagai capres 2024 sangat mendominasi.

Namun hasil kerja relawan seakan tidak ada hasilnya karena terbukti tidak mampu mengangkat elektabilitas Anies. Bahkan kini cenderung turun pasca Johny G. Plate ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan Kejaksaan Agung.
Untuk diketahui, Johny adalah Sekretaris Jendral Partai NasDem sekaligus Menteri Kementrian Komunikasi dan Informatika. NasDem sendiri merupakan partai pendukung utama pencapresan Anies Baswedan.

Berkaca pada hasil berbagai lembaga survey tersebut, bagi Anies Baswedan sangat berat untuk bisa memenangkan kontestasi Pilpres 2024. Karenanya hanya keajaibanlah yang dapat mengantarkan Anies Baswedan meraih kemenangan.
Penulis: Wawan Idris




