mhnews.id.- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Indramayu berupaya melestarikan keberadaan Bahasa Daerah (Basa Dermayu) dengan berbagai cara, salah satunya melalui Lomba Bercerita tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Untuk menarik minat peserta dalam hal ini anak-anak, panitia menetapkan materi lomba bercerita Basa Dermayu ini tentang asal-usul atau sejarah desa. Lomba ini dilaksanakan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Indramayu, Kamis (29/9).
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kabupaten Indramayu Hj. Uum Umiati menjelaskan lomba tersebut bertujuan melestarikan budaya khususnya bahasa. Hal itu berangkat dari keprihatinan terhadap semakin terkikisnya budaya termasuk bahasa lokal.
“Dengan adanya lomba ini diharapkan penguasaan Basa Dermayu generasi melenial semakin baik. Dan alhamdulillah para guru pun semangat mengajarkan Bahasa Ibu-nya (Basa Dermayu) kepada anak-anak didiknya,” katanya.
Dijelaskan, Bupati Nina Agustina sangat memperhatikan budaya lokal. Melalui Peraturan Bupati Kabupaten Indramayu No 48 tahun 2022 tentang Kurikulum Muatan Lokal (Mulok), Bupati Nina mewajibkan Basa Dermayu sebagai mata pelajaran.
Ia berharap lomba tersebut dapat melestarikan dan memajukan budaya khususnya Basa Dermayu. “Dengan dijadikan Mata Pelajaran sebagai Mulok, maka Basa Dermayu akan terbiasa digunakan di sekolah. Kemudian anak-anak menggunakannya dalam komunikasi sehari-hari,” katanya.
Disebutkan, lomba tersebut diikuti 50 peserta dari masing-masing tingkatkan SD maupun SMP perwakilan dari 31 kecamatan. Pada saat lomba berlamngsung, baik peserta mau pun officialnya sangat antusias.
Penulis : Rohman
Editor : Wawan Idris




