mhnews.id.- Banyak cara dan momentum bagi masyarakat desa di Kabupaten Indramayu untuk mengumpulkan warganya dengan tujuan menjalin silaturrahim, kemudian menjadi sebuah adat atau tradisi yang terus dilakukan secara turun-temurun.
Karena sudah menjadi adat atau tradisi maka berkumpulnya atau bersilaturahimnya warga pun dilakukan rutin tahunan. Momen itu salah satunya dikenal dengan istilah setempat, yaitu unjungan. Istilah tersebut dapat diartikan berkunjung atau mengunjungi petilasan leluhur.
Terdapat pagelaran seni dan budaya, menjadi sarana daya tarik bagi masyarakat untuk datang dan berkumpul. Warga yang datang tidak tangan kosong, dengan sukarela mereka membawa nasi tumpeng untuk dimakan bersama usai berdoa untuk leluhur dan keselamatan bersama.
Kegiatan khas masyarakat desa itu salah satunya dilakukan warga Blok Barat, Desa Rambatan Wetan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu. Warga menggelar unjungan di petilasan Mbah Buyut Baridem, Senin (29/8).
Camat Sindang Suyitno, S.S.T.P., M.M. menilai kegiatan adat tersebut merupakan salah satu upaya untuk melestarikan adat budaya yang sudah dilakukan turun temurun. Lebih penting, dari kegiatan tersebut dapat menyatukan masyarakat antar blok desa tersebut dalam bingkai kebersamaan.
“Sebagai sarana membangun tali silaturahmi antar warga. Karena pada saat unjungan itu warga Blok Barat Desa Rambatan Wetan bisa berkumpul, bahkan untuk berdoa bersama,” katanya.
Sementara itu, Kuwu Desa Rambatan Wetan, Hj. Tumiah mengaku mendukung kegiatan-kegiatan masyarakat dalam bentuk pelestarian budaya seperti unjungan tersebut.
Selain dapat mempertemukan antar sesama warganya untuk bersilaturahmi, juga ada nilai budaya yang diangkat pada momen tersebut. “Nilai lainnya, terangkatnya budaya dan adat atau tradisi desa,” ujar Tumiah.
Penulis : Rohman
Editor : Wawan Idris




