mhnews.id.- Setelah menjabat selama satu tahun harta kekayaan Bupati Indramayu, Nina Agustina mengalami kenaikan berkisar Rp 1,4 miliar. Berbeda dengan bupatinya, Wakil Bupati Indramayu, Lucky Hakim dalam setahun hartanya malah berkurang Rp 1 miliar.
Peningkatan harta kekayaan Bupati Nina ini diketahui dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Melansir Kompas, total harta Bupati Nina Rp 32,7 miliar. Jumlah itu berdasarkan laporannya pada 31 Maret lalu untuk periode tahun 2021.
Harta itu, antara lain, berupa 25 tanah dan bangunan yang tersebar di Kota Bogor dan Surabaya senilai Rp 31,3 miliar, harta bergerak Rp 5,6 miliar, surat berharga Rp 1,2 miliar, dan kas sekitar Rp 48,9 juta. Laporan harta kekayaan itu juga mencatatkan utang Nina sebesar Rp 5,5 miliar.
Harta kekayaan Nina yang mencapai Rp 32,7 miliar pada 2021 itu meningkat sekitar Rp 1 miliar dibandingkan sebelum menjabat sebagai bupati. Berdasarkan laporan pada 27 Agustus 2020 dalam LHKPN, harta anak mantan Kepala Polri Jenderal (Purn) Da’i Bachtiar itu tercatat Rp 31,3 miliar.
Harta sebanyak itu berupa 16 tanah dan bangunan yang tersebar di Bogor dan Surabaya dengan nilai mencapai Rp 27,7 miliar, harta bergerak Rp 6,9 miliar, surat berharga Rp 3,3 miliar, dan kas Rp 39,1 juta. Utangnya tercatat Rp 6,7 miliar.
Berdasarkan LHKPN harta Bupati Nina yang betambah adalah yang berupa tanah dan bangunan. Semula jumlahnya 16 naik menjadi 25 bidang/unit dengan nilai semula Rp 27,7 miliar menjadi Rp 31,3 miliar atau naik Rp 3,6 miliar. Sedangkan kas naik dari Rp 39,1 juta menjadi Rp 48,9 juta
Namun harta Bupati Nina tersebut ada juga yang turun, yaitu berupa harta bergerak yang semula Rp 6,9 miliar pada tahun 2020 turun menjadi Rp 5,6 miliar pada kurun 2021. Demikian juga dengan surat berharga, semula Rp 3,3 miliar turun menjadi Rp 1,2 miliar.
Sementara harta kekayaan Lucky Hakim setelah setahun menjabat wakil bupati tercatat Rp 11,7 miliar tahun 2021. Harta itu, antara lain, berasal dari delapan tanah dan bangunan yang tersebar di Cianjur, Sukabumi, Depok, Jakarta Barat, Bekasi, dan Indramayu. Nilainya mencapai Rp 13,4 miliar.
Artis nasional ini juga memiliki alat transportasi senilai Rp 305 juta, harta bergerak Rp 411 juta, kas Rp 260 juta, dan harta lainnya Rp 600 juta. Setelah dipotong utang Rp 3,2 miliar, kekayaan Lucky sebesar Rp 11,7 miliar. Angka ini berkurang dibandingkan sebelum menjabat sebagai wakil bupati.
Dalam laporan 7 September 2020 di LHKPN, total harta Lucky tercatat Rp 12,2 miliar. Harta itu terdiri atas tujuh bangunan dan tanah di Cianjur, Sukabumi, Depok, Jakarta Barat, dan Bekasi senilai Rp 10,9 miliar. Lucky juga mempunyai dua mobil dan satu sepeda motor senilai Rp 305 juta.
Mantan Anggota DPR-RI ini juga melaporkan harta bergerak Rp 411 juta, kas Rp 260 juta, dan harta lainnya Rp 600 juta. Meski demikian, ia juga memiliki utang Rp 200 juta. Setelah setahun menjabat wabup, utang Lucky melonjak hingga Rp 3,2 miliar.
Penulis: Wawan Idris




