mhnews.id.- Kapasitas pengolahan Kilang Pertamina Balongan yang sebelumnya 125.000 barel per hari kini naik menjadi 150.000 barel per hari. Hal itu dialami pasca selesainya proyek Refinery Development Master Plant (RDMP) Phase 1 atau proyek pengembangan kilang.
General Manager PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit VI Balongan Diandoro Arifian mengatakan, RDMP phase 1 Kilang Balongan ini merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan BBM dalam negeri yang semakin meningkat.
“Dengan selesainya RDMP phase 1 ini maka terdapat peningkatkan Pengolahan Minyak Mentah dari 125.000 barrel menjadi 150.000 barrel per hari, sehingga berdampak pada peningkatan BBM dan BBK,” katanya, Kamis (1/9).
Selain RDMP yang berhasil diselesaikan, ia juga mengatakan bahwa proyek pemeliharaan kilang skala besar atau Turn Around (TA) dan proyek Revitalisasi unit Residue Catalytic Cracking (RCC) juga berhasil diselesaikan dengan aman dan lancar.
“Kilang Balongan saat ini dalam kondisi optimal, TA dan RDMP selesai, kapasitas kilang naik, dan RCC beroperasi lebih maksimal pasca revitalisasi,” Kata GM Diandoro saat mendampingi Management Walkthrough (MWT) Direktur SDM dan Penunjang Bisnis PT KPI, Isnanto Nugroho di Kilang.
Isnanto Nugroho mengapresiasi keberhasilan penyelesaian proyek-proyek yang dilaksanakan di Kilang Pertamina Balongan. Keberhasilan ini merupakan imbas penerapan core values AKHLAK, Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif dengan semua pihak yang terlibat, baik di internal maupun eksternal perusahaan.
“Patuhi selalui aspek safety dengan menerapkan Corporate Live Saving Rules, terapkan tata nilai Akhlak, dan jaga Kilang dengan baik agar kedaulatan energy bisa kita ciptakan” tegas Isnanto.
Seperti diketahui, Proyek RDMP phase 1 Kilang Balongan dimulai pada 22 Februari 2021 dengan melakukan upgrading pada unit CDU (Crude Destilation Unit) dan berhasil diselesaikan 100 persen tahun 2022 ini.
Salah satu komponen yang ditambahkan guna menaikkan kapasitas Kilang Balongan yakni dengan memasang Preflash Column yang memiliki ketinggian 27 meter, diameter 3,5 meter, dan berat 104,2 ton. Alat ini berfungsi sebagai pemisah crude menjadi fraksi ringan (Offgas dan Nafta) di bagian atas dan fraksi yang lebih berat ke bagian bawah dengan bantuan steam sebagai sumber energy.
Penulis : Rohman
Editor : Wawan Idris




