mhnews.id.- Sudah dua bulan ini warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Kabupaten Indramayu sibuk mengasah ketrampilanya, khususnya membuat kerajinan topeng. Hasilnya sungguh luar biasa dan bisa membuat orang tidak percaya kalau topeng cantik itu buatan warga binaan.
Puluhan gantungan kunci cantik berwarna-warni dengam model aneka jenis topeng khas Indramayu yang berjejer rapi di sebuah meja menjadi bukti kehebatan mereka. Hasil kerajinan warga binaan bertema topeng ini memang sungguh luar biasa, sangat bagus.
Tema topeng dalam kerajinan warga binaan Lapas Indramayu ini tidak hanya berupa gantungan kunci dan topeng itu sendiri. Mereka juga membuat kerajinan patung topeng, fandel, dan pernak pernik lainnya yang semuanya berbentuk model topeng.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Indramayu, Benni Hidayat mengungkapkan, ratusan gantungan kunci, patung topeng, fandel dan kerajinan lainya, dibuat warga binaan. Keahlian mereka membuat kerajinan patung topeng sudah berlangsung sejak dua bulan lalu.
“Awalnya mereka mendapat pelatihan teknik membuat kerajinan topeng dari Sanggar Mimi Rasinah, sang Legend penari topeng Indramayu. Setelah menguasai tekniknya, mulailah warga binaan lapas ini membuat kerajinan topeng dari bahan resin,” papar Benni Hidayat.
Satu persatu topeng dibuat dengan aneka ukuran, mulai dari ukuran untuk gantungan kunci, hiasan dinding, sampai plakat topeng. Uniknya bahan baku pembuatan aneka topeng ini bukan dari kayu, melainkan dari bahan resin. Bahan kayu mahal, kalau resin lebih murah tapi kualitas tetap bagus.

Beragam kerajinan bertema topeng dihasilkan warga binaan Lapas Indramayu. Foto: Iir Sairoh/mhnews.id
Semua bahan baku pembuatan topeng disediakan pihak lapas, termasuk pemasaran produknya. Warga binaan hanya membuat saja. Setelah barang jadi dan dijual, warga binaan juga mendapatkan upah kerja atau istilahnya premi.
Nilainya memang tidak terlalu besar hanya Rp 20.000,00 untuk satu produk yang di hasilkan. Premi itu tidak hanya dinikmati satu pekerja saja tetapi untuk satu tim yang terdiri dari 6 orang.
“Saya seneng kerajinan ini bisa dinikmati orang di luar dan saya dapat upah premi. Saya bangga bisa buat kerajinan topeng,” aku ODN salah satu warga binaan Lapas kepada mhmews.id saat diwawancara, Selasa (4/10).
Warga binaan ini berharap karya topeng mereka bisa diterima dan dinikmati semua orang. Mereka berharap selepas bebas, bisa berkarya dengan membuka usaha sendiri sebagai sebuah profesi yang menghasilkan uang halal sekaligus menyalurkan bakat seninya.
Sementara itu, Benni menjelaskan sudah ratusan kerajinann yang dihasilkan warga binaan. Pihaknya pun siap menerima pesanan kerajinan topeng jika ada yang berminat. Bukan hanya topeng, warga binaan juga dilatih keterampilan membuat meubeler, kitchen set, dan lemari interior.
Penulis : Iir Sairoh
Editor : Wawan Idris




