mhnews.id.- Tenaga ahli kejuruan las lulusan Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Indramayu terserap tinggi oleh perusahaan-perusahaan. Bahkan dalam momen tertentu alumni BLK kejuruan las ini menjadi rebutan.
Kondisi ini mendorong BLK terus melakukan peningkatan jumlah peserta didik maupun kualitas keahliannya, yaitu juru las ahli maupun level dasar. Dengan cara ini kepercayaan pasar kerja dalam hal ini perusahaan dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan.
Hal itu dikatakan Kepala BLK Disnaker Kabupaten Indramayu Asep Kurniawan di ruang kerjanya, Kamis (8/9). “Perusahan banyak yang menyerap, seperti dari Pertamina atau lainnya. Mereka itu menyerap yang ahli,” katanya, kepada mhnews.id.
Ia mengaku cukup kewalahan untuk melahirkan juru las ahli karena banyaknya permintaan dari perusahaan. Pihaknya juga menyikapi kondisi tersebut dengan menggenjot pula kejuruan las level dasar.
“Penyerapan terhadap yang ahli ini sangat tinggi sehingga stoknya sudah menipis. Makanya, level basic-nya (dasar) digenjot, kemudian kita fokus ke up skilling (peningkatan kemampuan menjadi ahli),” ucapnya.

Peserta didik sedang belajar las di BLK Dinas Tenaga Kerja Indramayu. Foto: dok/istimewa
Saat ini sedang berjalan pelatihan las level dasar yang pembukaannya telah dilakukan awal pekan ini bersama kejuruan lainnya. Mengingat permintaan pasar kerja terhadap lulusan kejuruan las yang tinggi, maka program pelatihannya selalu tersedia.
“Alhamdulillah untuk kejuruan las program pelatihannya selalu ada dan pesertanya juga banyak, baik untuk level basic maupun level upskilling-nya. Ini terjadi karena tingkat serapan pasar kerjanya tinggi. Kita bersyukur karena lulusan BLK Indramayu sudah dipercaya pasar kerja,” paparnya.
Dijelaskan, fenomena ini (tingginya permintaan pasar kerja) harus diimbangi dengan banyaknya lulusan juru las level dasar. Itulah sebabnya, BLK akan mengadakan pelatihan ke bawah bekerja sama dengan pemerintah desa.
“Untuk menghasilkan banyak yang level ahli, kita juga harus banyak pula menghasilkan lulusan level dasarnya dengan memberikan pelatihan ke desa-desa,” tegasnya.
Ia berharap pemerintah desa berinergi untuk mensukseskan program pelatihan ini. Pemerintah desa bisa mengalokasikan dana desanya untuk melatih masyarakatnya, khusus para pemuda usia angkatan kerja.
“Jadi kalau ada budget dari dana desanya sendiri syukur untuk melatih masyarakat. Jangan khawatir, mengenai kelanjutan lulusannya karena BLK siap meng up-skilling lulusan level dasar ke level ahli. Ga mungkin kita melatih langsung menjadi ahli, expert,” pungkasnya.
Penulis : Rohman
Editor : Wawan Idris




