mhnews.id.- Jika memiliki kebencian kepada siapa pun jangan sekali-kali diekspresikan atau diumbar di depan publik apalagi di media sosial, sebab ujung-ujungnya akan menyesal dan mempermalukan diri sendiri.
Hal ini terjadi kepada mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo, Yunus Pasau. Saat dia berorasi menolak kenaikan harga BBM bersubsidi di depan ratusan mahasiswa Yunus mengeluarkan kata-kata tidak pantas kepada Presiden Joko Widodo.
Sebagaimana tampak dalam video yang ditayangkan liputan6 (SCTV), saat itu Yunus begitu garang, sangar, dan penuh percaya diri. Rambut gondrongnya seakan menjadi legitimasi sebagai mahasiswa aktivis. Maka keadaban dan akhlak pun ia abaikan. Ia nyerocos mengeluarkan isi kepala dan hatinya tak terkendali, sampai-sampai melewati batas norma.
Namun tak berapa lama setelah cuplikan orasinya viral, Yunus yang orasinya menghina Presiden Joko Widodo itu diamankan pihak Polda Gorontalo. Sudah bisa ditebak, bagaimana akhir ceritanya.

Yunus Pasau terlihat lemes saat dibawa ke Kantor Polisi untuk dimintai keterangannya setelah orasi menghina Presiden Joko Widodo viral. Foto: hasil tangkap layar YouTube liputan6 SCTV
Sikap garang dan keras Yunus Pasau itu saat menghina Presiden pun seketika luntur. Wajahnya kecut dan pucat. Ia tak berkutik di tangan Polisi yang menciduknya. Dan ia pun menyampaikan permintaan maaf.
“Saya Yunus Pasau, mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo, pada kesempatan ini saya menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada bapak Presiden Republik Indonesia atas perkataan yang tidak sopan yang saya sampaikan pada orasi di Simpang Lima kota Gorontalo kemarin,” tutur Yunus Pasau.
“Dan saya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia atas kegaduhan dan kekeliruan yang saya lakukan. Saya menyampaikan permohonan maaf kepada kedua orangtua, dan seluruh keluarga saya,” ujarnya menambahkan.
Tidak hanya kepada presiden, Yunus Pasau juga menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga serta pihak kampus. “Dan saya menyampaikan permohonan maaf kepada civitas akademika Universitas Negeri Gorontalo, terkhususnya bapak rektor,” kata Yunus Pasau menambahkan.
Penulis : Wawan Idris
Sumber : YouTube Liputan6 SCTV




