mhnews.id.- Menjelang pemilihan umum tahun 2024 mendatang posisi PDI Perjuangan sebagai partai penguasa saat ini semakin kokoh dengan bergabungnya enam jendral purnawirawan ke dalam partai berlambang banteng mocong putih ini.
Keenam jendral purnawirawan yang menggabungkan diri sebagai kader Banteng ini yaitu lima orang purnawirawan TNI. Mereka yaitu Letjen TNI (Purn) Ganip Warsito, Laksmana Madya TNI (Purn) Agus Setiadji, Mayjen TNI (Purn) Gunawan Pakki, Mayjen TNI (Purn) Saud Tamba Tua dan Brigjen TNI (Purn) Donar Philip.
Sedangkan Purnawirawan Polri yang bergabung menjadi kader PDIP adalah Irjen (Purn) H. Fakhrizal. Dia merupakan mantan Kapolda Kalimantan Tengah dan Sumatera Barat. Selain itu, mantan atlet tenis lapangan internasional, Yayuk Basuki juga bergabung dengan PDIP ini.
Posisi PDIP dalam percaturan politik tanah air, terutama menjelang pemilu 2024 mendatang akan semakin sulit digoyahkan. Alasannya selain karena banyaknya purnawirawan jendral TNI dan Polri yang bergabung, juga saat ini ada sekitar 198.354 kader baru.
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan tahun ini PDIP menerima ratusan ribu kader baru. Mereka datang dan bergabung secara sukarela. Namun, pada hari ini baru dilakukan kursus politik terhadap 1.000 kader baru. Para kader baru itu saat ini sedang mengikuti kursus politik secara hybrid.
“Tahun ini sebanyak 198.354 kader baru akan mengikuti kursus politik dan pada batch pertama ini dilakukan secara hybrid sebanyak 1000 orang. Mengapa 1000 orang? Karena kapasitasnya memang begitu dan dilakukan terus menerus di bawah tanggung jawab pak Djarot,” ujar Hasto di Sekolah PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (30/10/2022).
Hasto berharap anggota baru itu memiliki ideologi Pancasila dan kesadaran organisasi pada partai untuk mengabdi pada bangsa dan negara, pada kepentingan yang lebih besar. Saat mereka resmi memiliki KTA PDIP harus menyatukan diri dengan partai dan meluruhkan kepentingan pribadinya.
“Sesuai konstitusi kita, mereka masuk PDIP prinsipnya sularela. Dan mereka kemudian diharapkan memiliki ketiga kesadaran politik tentang bagaimana mencapai cita-cita adil dan makmur pemahaman terhadap ide hukum Bung Karno, gagasan tri sakti Bung Karno,” sambungnya.
Penulis: Wawan Idris




