MHNEWS.id.- Kader Partai Demokrat (PD) Kabupaten Indramayu mencoret-coret foto Anies Baswedan yang terpampang di baliho-baliho dan terpasang di ruang publik dengan pilok hitam.

Hal itu sebagai ekpresi kemarahan atas keputusan bakal calon presiden (bacapres) Anies Baswedan yang memilih Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar sebagai calon wakil presiden (cawapres).

Padahal sebagaimana diketahui, Anies dan Ketua Umum PD, Agus Harimurti Yudhoyono berada dalam Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP). Dalam KPP itu AHY telah digadang-gadang sebagai cawapres Anies.

Surat yang ditulis tangan tanpa titimangsa ini berisi permintaan kepada AHY untuk jadi Cawapres. Foto: dok. istimewa

Bahkan Anies secara tertulis meminta kesediaan AHY untuk menjadi cawapresnya. Tulisan tangan yang dbuat Anies tanpa titimangsa itu kini beredar ke publik.

Ketua DPC PD Kabupaten Indramayu, Nico Antonio mengatakan aksi tersebut sesuai instruksi dari DPP dan DPD Demokrat Jabar. Hal itu sebagai imbas dari pengkhianatan yang dirasakan para kader Partai Demokrat.

“Betul, kami mencopot dan mencoret foto Anies Baswedan. Tindakan ini instruksi dari DPP dan DPD PD sebagai imbas dari pengkhianatan yang dilakukan Anies,” jelasnya, Jumat (1/9/2023).

Ia menuturkan pencoretan dan pencopotan tersebut telah dilakukan sejak Kamis malam hingga Jumat pagi. Terdapat 200-300 titik lokasi baliho yang dicoret-coret dan dicopot yang tersebar di Kabupaten Indramayu.

“Sikap ke depannya, kita menunggu instruksi dari DPP. Nanti jam 4 sore ada pengarahan dari Ketua Majelis Tinggi yang mungkin akan menjadi keputusan dari pada Partai Demokrat,” tuturnya.

Seperti diketahui, Ketum Partai NasDem Surya Paloh menunjuk Ketum PKB Muhaimin Iskandar sebagai pendamping Anies Baswedan, bukan Ketum Partai Demokrat AHY.

Tindakan Surya Paloh tersebut, dinilai para kader Demokrat sebagai pengkhianatan karena dilakukan secara sepihak.

Penulis  : Rohman
Editor    : Wawan Idris