mhnews.id.- Elektabilitas calon presiden (Capres) Anies Baswedan terus merangkak naik. Hal ini salah satunya dipengaruhi aktivitas ‘kampanye’ yang kian massif pasca ‘pensiun’ dari jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Berbeda dengan rivalnya, Capres Ganjar Pranowo yang meskipun ‘diam’ saja namun elektabilitasnya tetap paling tinggi, bahkan juga cenderung terus naik. Ganjar memang memilih diam karena PDIP, partai tempatnya bernaung belum memberikan restu.
Kenaikan elektabilitas kedua capres ini terlihat dari hasil survei Indekstat Indonesia. Dalam rilis hasil survei mengenai elektabilitas capres, jika Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 dilaksanakan saat jajak pendapat dilakukan maka hasilnya Ganjar mendapatkan 35,5 persen.
Untuk diketahui Indekstat Indonesia telah melakukan survei yang dilaksanakan pada 10-19 Oktober 2022. Metode survei adalah wawancara secara tatap muka.
Melansir Kompas.com, dalam simulasi tiga nama capres, Ganjar menjadi yang paling unggul ketimbang Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan eks Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai capres.
Ganjar mengantongi 35,5 persen suara, sementara Prabowo 28,2 persen, dan Anies 24,7 persen. Deputi Direktur Eksekutif Indekstat Rikola Fedri memaparkan, dalam simulasi tiga nama ini, mayoritas masyarakat yang puas dengan kinerja Jokowi memilih Ganjar sebagai capres.
“Dari sekitar 67,9 persen masyarakat yang mengaku puas terhadap Jokowi, sebagian besar mendukung Ganjar dengan 43,5 persen,” kata Rikola dalam jumpa pers di Jakarta Pusat, Minggu (6/11/2022).
“Kemudian, 27,5 persen mendukung Prabowo, dan sekitar 18,1 persen mendukung Anies,” ujarnya lagi. Rikola mengatakan, sekitar 29,7 persen masyarakat sisanya menyatakan tidak puas dengan kinerja Jokowi.
Ia menyebut mayoritas dari responden yang tidak puas dengan kinerja Jokowi memilih Anies Baswedan sebagai capres. “Masyarakat yang tidak puas dengan kinerja Jokowi (29,7 persen), mayoritas memilih Anies 40,3 persen dan Prabowo 30,5 persen,” ucapnya.
Dalam survei ini, ada 1.200 responden dipilih secara acak menggunakan metode multistage random sampling. Dengan metode ini, margin of error kurang lebih 2,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Penulis: Wawan Idris




