mhnews.id.- Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat menunjukkan angka kemiskinan di Indramayu tahun 2022 mengalami penurunan dibandingkan tahun 2021, semula 13,04 menjadi 12,77 persen dari jumlah penduduk.
Bupati Indramayu, Nina Agustina mengungkapkan, meskipun tidak mudah menurunkan angka kemiskinan akan tetapi akan terus bekerja keras melakukan berbagai upaya terutama melaksanakan 10 Program Unggulan yang telah disusunnya.
Ditegaskan, masalah menurunkan kemiskinan Indramayu bukan hanya tanggung jawab Pemerintah Daerah dalam hal ini Bupati dan jajarannya, melainkan berbagai pihak, stakeholder, seperti BUMN, BUMD, swasta, dan masyarakat itu sendiri.
Karenanya, Bupati Nina mengajak seluruh stakeholder bekerja sama dan sama-sama bekerja sesuai tugas dan fungsinya masing-masing untuk menurunkan angka kemiskinan di Indramayu.
“Saya mengajak, yu berkolaborasi menurunkan angka kemiskinan di daerah tercinta kita ini,” ajaknya, Senin (23/1/2023) saat menghadiri kegiatan Gerakan Hidup Sehat dan Layanan Dapur Umum di Desa Sanca, Kecamatan Gantar.
Pemerintah Daerah, kata Bupati Nina saat ini sedang memperbaiki dan pengelolaan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang masuk 99 Program Prioritas Bupati Indramayu. Perbaikan data ini sangat penting untuk memetakan kemiskinan secara valid.
“Alhamdulillah saat ini Kabupaten Indramayu masuk 10 besar kabupaten/kota terbaik dalam pengelolaan DTKS di Jawa Barat. Saya sangat berterima kasih kepada Super Tim Kepala SKPD Kabupaten Indramayu, berkat kerja-kerja nyata kita semuanya mendapat prestasi,” ujarnya.
Sementara itu Anggota Komisi IV DPR RI Ono Surono mengucapkan terima kasih kepada Bupati Nina Agustina atas berbagai prestasi yang telah diraihnya selama memimpin Indramayu. Diyakini, Indramayu akan lebih baik lagi di bawah kepemimpinan Bupati Nina.
Ketua DPD PDIP Jawa Barat ini juga mengajak seluruh kadernya untuk terus mendukung kinerja Bupati Nina sehingga seluruh program yang telah disusun dapat dilaksanakan dan diwujudkan.
“Saya mengajak seluruh kader mendukung kepemimpinan Bupati Nina. PDIP sebagai partai yang menang dua kali berturut-turut adalah partai pelopor, partai yang menurut Bung Karno sebagai partai yang harus dijadikakan obor dan pelita bagi rakyat,” pintanya.
Ono Surono yang juga Ketua DPD PDIP Jawa Barat ini mengharapkan setiap kegiatan seyogyanya melibatkan rakyat sebagaimana Gerakan Hidup Sehat dan Pelayanan Dapur Umum. Kegiatan ini sangat bermanfaat dan bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Penulis : Toyib
Editor : Wawan Idris




