ALHAMDULILLAHI ROBBIL ‘ALAMIN. Allahumma sholli ‘ala Muhammad, wa‘ala alihi wa shohbihi wa sallam. Saat membaca atau ketika mendengar imam membaca ayat-ayat sajdah baik pada saat sedang sholat atau di luar itu disunnahkan sujud tilawah.
Rasulullah Shollallohu Alaihi wa Sallam bersabda: Apabila seseorang membaca ayat sajdah lalu ia sujud, maka menyingkirlah syaithan dengan menangis berkata:
Sungguh celaka, manusia diperintah sujud lalu ia sujud, maka baginya surga. Sedangkan aku diperintah sujud tetapi aku membangkang, maka bagiku neraka. .
Hukum sujud tilawah adalah sunnah, berdasarkan hadis: Hai sekalian manusia, kita tidak diperintah untuk bersujud, barangsiapa yang bersujud ia mendapat pahala, dan barangsiapa yang tidak bersujud ia tidak berdosa. .
Lalu bagaimana tatacara melakukan sujud tilawah? Pertama, jika sujud tilawah dalam salat, tergantung kepada imam pada saat membaca ayat sajdah. Jika imam sujud makmum pun sujud, jika imam tidak sujud makmum pun tidak sujud.
Sesungguhnya seorang anak membaca ayat sajdah di samping Nabi Shollallohu Alaihi wa Sallam. Lalu ia menunggu Nabi Shollallohu Alaihi wa Sallam sujud, tapi Beliau tidak sujud.
Anak itu berkata, Ya Rasulullah, bukankah pada (waktu membaca) ayat sajdah ini ada sujud? Nabi Shollallohu Alaihi wa Sallam bersabda: Benar, tetapi engkau menjadi imam kami padanya, dan kalau engkau sujud kami pun sujud. .
Kedua, sebaiknya membaca takbir sebelum melaksanakan sujud tilawah, berdasarkan hadis: Pernah Nabi Shollallohu Alaihi wa Sallam membacakan Al Quran atas kami. Maka apabila sampai kepada ayat sajdah beliau bertakbir dan sujud, dan kami pun sujud bersama beliau. .
Ketiga, jika sujud tilawah dilakukan di luar salat, tidak perlu berwudlu lebih dahulu dan menukar pakaian dengan yang bersih, berdasarkan hadis: Bahwasanya Ibnu Umar melakukan sujud tilawah (di luar salat) tidak berwudlu lebih dahulu. .
Keempat, sekalipun tidak ada dalil yang menerangkan, namun dari hadis-hadis tersebut di atas dapat difahami bahwa sujud tilawah itu dilakukan sekali saja.
Doa Sujud Tilawah
Pada waktu melakukan sujud tilawah dibaca doa:
“Sajada wajhii lil-ladzii khalaqahu wa shawwarahu wa syaqqa sam‘ahu wa basharahu wa bi haulihi wa quwwatihi”, berdasarkan hadis:
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ فِي سُجُوْدِ الْقُرْآنِ بِاللَّيْلِ سَجَدَ وَجْهِيْ لِلَّذِيْ خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ وَبِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ. [رواه أبو داود].
Diriwayatkan dari Aisyah ra: Nabi Shollallohu Alaihi wa Sallam membaca pada sujud tilawah di malam hari (yang artinya): Wajahku sujud kepada Dzat yang menjadikan dan membentuknya, dan yang memberi pendengaran dan penglihatan dengan kekuatan dan kekuasaannya. .
Ada lima belas ayat sajdah yang terdapat dalam Al Quran, sebagaimana diterangkan Nabi Shollallohu Alaihi wa Sallam:
Sesungguhnya Rasulullah Shollallohu Alaihi wa Sallam saw mengajarkan lima belas ayat sajdah dalam Al Quran, tiga di antaranya terdapat dalam surat mufashshal (pendek-pendek) dan dua dalam surat al-Hajj. .
Ayat-ayat sajdah yang lima belas itu ialah sebagai berikut:
1. QS al-A‘raf (7): 206
2. QS ar-Ra‘d (13): 15
3. QS an-Nahl (16): 49
4. QS al-Israa’ (17): 107
5. QS Maryam (19): 58
6. QS al-Hajj (22): 18
7 QS al-Hajj (22): 77
8. QS al-Furqan (25): 60
9. QS an-Naml (27): 25
10. QS as-Sajdah (32): 15
11. QS Shaad (38): 24
12. QS Fushshilat (41): 37
13. QS an-Najm (53): 62
14. QS al-Insyiqaq (84): 21
15. QS al-‘Alaq (96): 19.
Penulis: Wawan Idris




