MHNEWS.id.- Direktur Riset Poltracking Indonesia, Arya Budi menjelaskan memasuki agenda pemilihan presiden maupun pemilu legislatif tahun 2024 elektabilitas partai politik pluktuatif.
Ada parpol yang elektabilitasnya menjelang pilpres maupun pileg naik tetapi juga banyak yang menurun. Elektabilitas parpol sangat dinamis dan pluktuatif, kecuali untuk PDIP.
Dikatakan Arya Budi, khusus untuk Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) elektabilitasnya secara konsisten menunjukkan tren kenaikan yang cukup signifikan.
“Bisa jadi angka elektabilitas partai berubah, bukan hanya PSI yang berubah tapi bisa jadi beberapa partai lain ada perubahan,” kata Arya Budi dalam konferensi pers.
Dia juga memaparkan terkait tren pergerakan partai. Berdasarkan survei yang dipaparkan, Arya mengatakan PDIP dan Gerindra konsisten mengalami kenaikan terlebih saat memasuki tahun politik.
“PDIP konsisten di angka di atas 20 persen dan sedikit mengalami kenaikan di tahun politik,” ujarnya.
Melansir detik.com, hasil survei dirilis pada Sabtu (7/10/2023) dan dilakukan pada periode 3-9 September 2023. Populasi dari survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang minimal telah berusia 17 tahun atau telah memiliki KTP.
Jumlah sampel sebesar 1.220 responden, diperoleh melalui teknik pengambilan sampel secara acak bertingkat atau multistage random sampling. Margin of error +/- 2,9% pada tingkat kepercayaan sebesar 95%.
Poltracking menggunakan teknologi aplikasi dimana responden memilih langsung pilihan survei yang disediakan melalui gawai.
Hasil survei elektabilitas parpol menjelang Pemilu 2024 sebagai berikut:
1. PDIP 24,4 persen
2. Gerindra 16,7 persen
3. Golkar 10,1 persen
4. PKB 9,3 persen
5. NasDem 9,1 persen
6. Partai Demokrat 6,9 persen
7. PKS 5,3 persen
8. PAN 4,3 persen
9. PPP 3,3 persen
10. Perindo 2,0 persen
11. PSI 0,3 persen
12. Partai Ummat: 0,2 persen
13. Partai Kebangkitan Nusantara (PKN): 0,2 persen
14. Partai Bulan Bintang (PBB): 0,1 persen
15. Partai Garuda: 0,1 persen
16. Partai Hanura: 0,1 persen
17. Partai Gelora: 0,1 persen
18. Partai Buruh: 0,1 persen
Tidak tahu/tidak jawab 7,4 persen
Penulis: Wawan Idris




