ALHAMDULILLAHI ROBBIL ‘ALAMIN. Allahumma sholli ‘ala Muhammad, wa‘ala alihi wa shohbihi wa sallam. Kita membaca surah Al-Fatihah setiap hari 17 kali dalam shalat wajib.
Sedangkan dalam shalat sunnah bilangannya lebih dari itu. Karena jumlah rokaat sholat sunnah setiap harinya juga banyak. Yang pasti dalam setiap rokaat wajib hukumnya membaca Al-Fatihah.
Surat Al-Fatihah yang senantiasa kita dibaca (saat sholat) sejatinya adalah doa sangat agung dan dialog antara hamba dengan Rabbnya, Alloh Azza wa Jalla.
Namun demikian, karena fakir ilmu, tidak mengerti artinya, atau sholatnya terburu-buru hingga mengesampingkan tuma’ninah kita tak menyadari hal tersebut.
Kita tak menyadari jika pada setiap ayat surat Al-Fatihah itu sang hamba sedang memuliakan, bermunajat, menyampaikan permohonan agung kepada Rabbnya, dan Allah Azza wa Jalla sedang menjawab ucapan kita.
Surat Al-Fatihan yang kita baca (saat sholat) adalah momentum kemesraan, dialog intim, begitu dekat, dan tanpa jarak antara hamba dan Rabbnya.
Ingatlah sesungguhnya Alloh Azza wa Jalla itu sangat dekat dengan hambanya bahkan lebih dekat daripada urat lehernya.
Karena alasan itulah sudah sewajibnya kita memahami arti surat Al-Fatihah dan saat membacanya (ketika sholat) menghayatinya dengan sepenuh penghayatan jiwa, hati, dan rasa.
Dengan demikian saat membaca Al-Fatihan (dalam sholat) kita menyadari kehadiran-Nya atau setidaknya kita harus meyakini Alloh Azza wa Jalla melihat dan mendengar lantunan ayat-ayat Al-Fatihah itu.
Maka, jika setiap kali kita membaca Al-Fatihah dalam shalat, pasti Allah Azza wa Jalla menyimak dengan penuh khidmat, mendengarkan dengan penuh perhatian.
Alloh Azza wa Jalla tentu tidak hanya sekadar menyimak atau mendengarkan, akan tetapi menjawab satu per satu ucapan kita (lantunan ayat-ayat dalam surat Al-Fatihah) yang kita baca.
Mengingat hal itulah, maka sesungguhnya, demi Alloh: shalat bukan sekadar bacaan dan gerakan yang diawali takbir dan diakhiri sallam. Bukan pula sebagai ritual rutinitas tanpa makna yang hanya sekadar menggugurkan kewajiban.
Sholat dan lebih khusus saat membaca surat Al-Fatihah adalah pernyataan memuliakan, pujian, dan sekaligus penyampaian doa-doa yang agung seorang hamba yang lemah kepada Rabbnya Yang Maha Kuasa.
(Bagaimana makna ayat-ayat Al-Fatihah sebagi sebuah percakapan seorang hamba dengan Rabbnya? In syaa Alloh pada tulisan berikutnya akan dibahas).
Penulis: Wawan Idris



