MHNEWS.id.-  Ayah-Bunda, jika Alloh Azza wa Jalla mengaruniai anak dengan kecerdasan di atas rata-rata, berbakat, dan serba bisa simaklah tulisan ini agar tidak salah dalam membimbingnya.

Anak cerdas dan berbakat kerap disebut sebagai gifted kid. Pasti Ayah-Bunda sangat senang dan bangga memiliki anak gifted kid.

Namun demikian, Ayah-Bunda juga harus waspada karena mereka yang kerap disebut gifted kid ini, juga rentan mengalami gifted kid burnout. Apa itu?

Anak berbakat sering kali berjuang dengan ekspektasi yang tinggi dan dorongan untuk menjadi sempurna. Akibatnya, banyak anak berbakat mengalami sesuatu yang dikenal sebagai kelelahan anak berbakat atau gifted kid burnout.

“Sesuai dengan namanya, burnt out gifted kid terjadi ketika anak berbakat mengalami kelelahan, frustasi, dan motivasi yang menurun karena tekanan terus-menerus untuk berprestasi dan memenuhi ekspektasi yang tinggi,” kata Monika Roots,M.D., psikiater anak dan salah satu pendiri Bend Health dalam Very Well Mind.

Seberapa umum gifted kid burnout, seperti apa bentuknya, dan apa dampaknya? Simak penjelasan berikut ini.

Pengertian Gifted Kid Burnout

Sebagaimana dilansir detikcom, Roots menerangkan, jika menjadi anak berbakat terkadang terasa seperti sedang berlomba tanpa garis finish.

“Karena anak atau remaja berbakat, mereka sering kali didorong oleh perfeksionisme dan tekanan masyarakat, yang selalu menjauhkan tujuan,” jelasnya.

Meskipun mereka sudah berusaha, garis finish terus bergeser karena standar yang terus meningkat. Membuat mereka terus mengejar garis finish yang tidak dapat dicapai.

Ketika ini terjadi, banyak anak yang menyerah begitu saja. Mereka menjadi kelelahan berupa mental, emosional, dan fisik karena harus terus-menerus tampil dengan tingkat stres dan ekspektasi yang ekstrem.

Kelelahan anak berbakat adalah fenomena yang wajar, kata Rachel Goldberg, licensed marriage and family therapists (LMFT), pendiri Rachel Goldberg Therapy di Los Angeles. Orang tua bisa melihat tanda-tanda ini dari perilaku anak yang mulai tidak wajar.

“Hal ini terkadang dapat bermanifestasi dalam penurunan kinerja dan motivasi, tetapi lebih sering muncul sebagai peningkatan sifat mudah marah, penarikan diri dari pergaulan, atau masalah kesehatan mental seperti OCD , kecemasan, atau gangguan makan,” jelas Goldberg.

Gifted Kid Burnout Umum Terjadi

Saat ini, belum ada penelitian khusus tentang seberapa umum burnout terjadi di kalangan anak berbakat. Tetapi ini merupakan fenomena umum di kalangan anak-anak dan remaja. Para ahli mengatakan bahwa hal ini juga cukup umum terjadi di kalangan anak berbakat.

“Menurut saya, burnout sangat umum terjadi di kalangan anak berbakat, tetapi biasanya bersifat sementara,” jelas Dr. Goldberg.

“Lebih jarang terjadi burnout yang berkembang menjadi kondisi yang parah. Tetapi pasti terjadi dalam situasi di mana anak mulai mengidentifikasi dirinya sendiri hanya melalui bakatnya,” sambungnya. (bersambung)

Penulis: Nia Herlina