MHNEWS.id.- Wali Kota Solo, Jawa Tengah, Gibran Rakabuming Raka nyaris tidak terdengar mendapatkan penghargaan ini dan itu selama kepemimpinannya. Padahal pencapaian kinerjanya luar biasa dan diakui rakyatnya.
Tidak terdengarnya anak sulung Presiden Joko Widodo ini meraih penghargaan mungkin karena tidak dipublikasikan, tidak dipamerkan, atau memang sekali tidak memiliki penghargaan apa pun atas kinerjanya selama ini.
Dalam hal ini bisa jadi Mas Wali, Gibran Rakabuming Raka tidak memiliki prestasi apa pun dan karenanya tidak ada satu lembaga pun yang memberi penghargaan. Namun kalau menilik kinerja dan pencapaiannya selama ini, Mas Wali sungguh diakui masyarakatnya.
Di bawah kepemimpinannya, Kota Solo sekarang mengalami perubahan signifikan ke arah yang lebih baik dari sebelumnya. Kota Solo yang tidak memiliki sumberdaya alam apa pun tetap bisa menumbuhkan perekonomian dan kesejahteraan rakyatnya.
Wali Kota Surakarta atau Solo, Gibran Rakabuming Raka, mengatakan bahwa kota yang dipimpinnya sejatinya tidak memiliki sumber daya alam yang memadai. Karena itu, menurutnya, memimpin Solo harus dilakukan dengan cara seperti swasta.
“Solo ini tricky. Nggak punya pertanian, nggak punya pertambangan, nggak punya perikanan, nggak punya apa-apa, bener, itu bener,” ungkap Mas Wali, Gibran di #DemiIndonesia Goes to Campus UNS, di Auditorium UNS, Solo, Jawa Tengah, Rabu (15/3/2023).
“Makanya harus segera kita ubah caranya kerja. Kita nggak bisa itu, yang namanya saya pertama kerja itu ASN nggak bisa business as usual, cara kerjanya jangan seperti ini terus, ini perlu cara-cara berpikir seperti CEO karena kotanya nggak punya apa-apa,” tambahnya.
Menurut Mas Wali Gibran, pemerintah daerah harus menciptakan sesuatu agar ekonomi Solo terus tumbuh. Salah satunya, lanjut dia, dengan mempercantik destinasi-destinasi wisata di Kota Solo.
“Kita harus create sesuatu dan tempat-tempat yang sebelumnya jelek kita percantik, yang mangkrak kita lanjutkan. Yang paling dekat dari sini ini kebun binatang. Itu kebun binatangnya kan jelek banget, terus kita kerja samakan dengan Taman Safari sekarang jadi Solo Safari. Itu omzetnya sekarang tinggi banget,” ujarnya.
Gibran melanjutkan cara kerja pemerintahannya kini tidak lagi menggunakan cara kerja aparatur sipil negara (ASN) yang penuh birokrasi. Dia mengatakan saat ini pemerintahannya berjalan seperti mengelola swasta.
“Kerja-kerja itu tidak bisa seperti ASN. Yang sudah berjalan sekarang harus kayak CEO harus seperti swasta. Kalau BUMD-nya enggak sanggup ya udah kita kerja samakan, contoh Taman Safari. Lalu yang sekarang lagi ramai banget Mangkunegaran,” kata Gibran.
“Jadi intinya Solo harus seperti ini terus jangan sampai Sabtu Minggu tidak ada event, jangan sampai ada destinasi yang mangkrak,” imbuhnya sebagaimana dilansir detik.com.
Penulis: Wawan Idris




