mhnews.id.- Wahyu menggantungkan harapannya kepada siapa pun yang perduli dengan kehidupannya keluraganya, terutama anaknya yang saat ini menderita gizi buruk. “Tolong bantu anak saya sehat seperti anak yang lain,” tuturnya kepada mhnews.id dengan penuh harap.
Warga Blok Cibiuk, Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Indramayu berumur (49) tahun ini sangat berharap ada pertolongan, terutama pemerintah. Kehidupan keluarganya sangat berkekurangan. Dia seorang diri harus menghidupi lima orang anaknya setelah istrinya meninggal dunia.
Salah satu anaknya Eri Shinta (10) kini malah menderita gizi buruk akut. Anak dari hasil pernikahannya dengan Rasingkem (almarhuman) sejak usia 5 bulan diketahui menderita gizi buruk, sehingga pertumbuhanya tidak bisa normal seperti anak 10 tahun pada umumnya.
Wahyu menceritakan kondisi anaknya sewaktu lahir normal seperti bayi pada umumnya. Namun sejak usia 5 bulan Eri tidak bisa tumbuh normal. Badannya mengecil, lunglai, dan tidak bisa tumbuh seperti anak seusianya.
Bahkan Eri tidak bisa berjalan. Ia hanya bisa merangkak. Bicaranya pun masih seperti balita tidak jelas. Eri sering merintih kesakitan dan pada usianya yang ke 10 berat badan hanya 13 kg.
“Waktu lahir normal, tetapi sejak usia 5 bulan, badanya tidak bisa tumbuh seperti anak lainnya. Jalannya pun ngesot, berat badan cuma 13 kg, dan bicaranya kurang lancar, sering ngeluh kesakitan,” papar Wahyu saat ditemui mhnews.id di kediamannya, Senin (31/10).
Dari sisi ekonomi, Wahyu memang tergolong keluarga yang tidak mampu. Untuk menghidupi lima anaknya, ia hanya mengandalkan pekerjaan sebagai buruh serabutan. Rumah yang ditempatinya pun hanya mengontrak.
Kondisi rumahnya pun sangat tidak layak. Dalam ruangan tidak ada tempat tidur atau dipan. Jadi Wahyu dan anak-anaknya tidur di lantai hanya beralaskan tikar. Sementara sang istri Rasingkem sudah dua tahun meninggal dunia karena sakit.
Saat ini Wahyu tidak hanya harus menghidupi lima anaknya dengan mengandalkan pengahasilan tidak seberapa. Sebagai buruh serabutan, Wahyu seringkali tidak memiliki uang sama sekali sehingga ia tidak dapat memberikan makanan yang cukup buat anak-anaknya. Bahkan kini ia terlilit utang.
Dengan kondisinya seperti itu, Wahyu sangat berharap bantuan dari pemerintah atau dermawan lainnya, terutama untuk menyembuhkan Eri dari penyakit gizi buruk akutnya. Ia sangat berharap Eri bisa sembuh, bisa tumbuh normal sebagaimana anak-anak lainnya.
Penulis : Iir Sairoh
Editor : Wawan Idris




