mhnews.id.- Prestasi Kabupaten Indramayu atas pencapaian penurunan angka atau prevalensi stunting yang sangat ekstrem sebagai buah dari kerja keras semua pihak selama ini haruskah berbuah kekecewaan?
Pertanyaan ini mengemuka seiring terungkapnya data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022. Hasil survey SSGI tahun 2022 ini menempatkan Kabupaten Indramayu di posisi ke- 11 kabupaten/kota se- Jawa Barat dengan prevalensi stunting 21,1 persen.
Hasil survei SSGI yang dari Kementerian Kesehatan ini menempatkan Provinsi Jawa Barat dengan angka prevalensi stunting sebanyak 20,02 persen. Artinya prevalensi stunting Indramayu berada di atas Jawa Barat.
Untuk prevalensi stunting Provinsi Jawa Barat tahun 2022 memang mengalami penurunan dari tahun 2021 yang berada pada level 24,5 persen. Survei SSGI tahun 2022 sendiri berlangsung selama 18 hari, mulai 1 s.d. 18 Juli 2022.
Survei dilakukan di 34 provinsi dan 514 kabupaten/kota termasuk Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Indramayu. Survei SSGI ini dalam pelaksanaannya melibatkan Dinas Kesehatan Provinsi, kabupaten/kota, Puskesmas, dan Poltekes.
Kabupaten Indramayu sendiri memiliki data yang menunjukkan adanya prestasi luar biasa karena berhasil menurunkan prevalensi stunting secara ekstrim. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Indramayu, tahun 2019 stunting berada pada angka 29,19 persen.
Berkat kerja keras semua pihak melalui program konvergensi stunting Indramayu bisa menurunkan secara ekstrim hingga pada level 14,4 persen pada tahun 2021. Atas keberhasilan ini pula, Bupati Nina Agustina mencanangkan zero stunting.
Namun kegembiraan dan kepuasan pencapaian tersebut harus tertahan seiring munculnya data SSGI tahun 2022 yang menyatakan stunting Indramayu berada di level 21,1 persen. Data ini tentu sangat mengejutkan dan bahkan menyesakan dada.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, dr. Wawan saat dikonfirmasi mhnews.id melalui WhatApp pagi ini, Kamis (26/1/2023) belum memberikan klarifikasinya. Meskipun pesan yang dikirim sudah terbaca namun dr. Wawan belum menjawab.
Penulis : Iir Sairoh
Editor : Wawan Idris




