MHNEWS.id.- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melalui Koalisi Perubahan berniat menumbangkan dominasi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dalam sepuluh tahun terakhir ini di Pemilu 2024 mendatang.

Politisi PKS, Andy Azizi mengatakan hal tersebut dalam diskusi Adu Perspektif pada Rabu (1/3/2023) malam kemarin. Dalam diskusi tersebut hadir juga politisi senior PDIP, Panda Nababan, dan nara sumber lainnya.

Selain bertekad menggagalkan PDIP untuk hattrick menang di Pemilu 2024, Andy juga menyatakan jika PKS juga ingin mengulang sukses mencatat kemenangan secara hattrick pada Pemilu 2004 dan 2009.

Langkah PKS untuk mewujudkan ‘ambisi’ politiknya itu dengan memutuskan mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres) tahun 2024. Pengusungan Anies dalam Koalisi Perubahan diakui Andy akan mampu menumbangkan PDIP di Pemilu 2024.

“Prinsipnya seperti yang disampaikan Mas Anies berkali-kali bahwa itu tiga partai ini sepakat untuk menyerahkan (soal cawapres) ke Mas Anies, tapi prinsipnya mana yang paling punya potensi untuk menang,” ujar Andy.

Dengan mengusung Anies Baswedan, tambah Andy siapa tahu kita bisa menggagalkan hattricknya PDIP. “Siapa tahu, menggagalkan hattrick partainya opung,” kata Andy saat diskusi Adu Perspektif seperti disiarkan detikcom.

Pernyataan Andy pun direspons oleh Panda Nababan. Dia meminta agar PKS tidak takabur dengan berambisi menggagalkan hattrick PDIP. “Sebentar dulu, jangan takabur,” ucap dia.

“Jangan hattrick lah jangan hattrick, kasih kesempatan lah untuk oposisi,” timpal Andy.

Panda Nababan pun menjelaskan lebih jauh mengapa PKS tidak boleh takabur. Dia menyebut PDIP hattrick sudah tergambar dari nomor urut PDIP di 2024.

“Maksud aku jangan takabur, itu memang sudah bagian sejarah hattrick yang ketiga, maka ini nomor 3, ini kan nomor 3 sudah tanda-tandannya gitu loh,” jelas Panda Nababan.

Andy pun balik menjawab. Dia menyebut PKS juga pernah menang berturut-turut pada Pilpres 2004 dan 2009. “PKS dulu juga koalisi dan menang dalam Pilpres 2004 dan 2009, kita pengen ulang lagi,” timpal Andy.

Penulis: Wawan Idris