MHNEWS.id.- Penyembelihan seekor sapi untuk ibadah kurban Idul Adha 1444 Hijriah di Jember, Jawa Timur menyisakan duka yang mendalam bagi keluarga dan masyarakat setempat.

Betapa tidak, dalam suasana gembira karena sedang merayakan Idul Adha sekaligus prosesi penyembelihan hewan, Kakek Sholeh (62) pemilik sapi yang akan di kurbankan meninggal dunia.

Video peristiwa yang menyedihkan itu viral di media sosial. Insiden itu terjadi di Desa Petung, Kecamatan Bangalsari, Jember, Jawa Timur, pada Kamis (29/6/2023).

Dalam video berdurasi 37 detik itu, Kakek Sholeh tersebut tiba-tiba ambruk di belakang orang yang hendak menyembelih sapi peliharaannya yang akan dikurbankan. Kakek Sholek ambruk dengan posisi tertelungkup.

Petugas sembelih atau jagal dan warga pun tentu dibuat kaget melihat Kakek Sholeh ambruk terkurap. Proses penyembelihan pun terhenti. Warga segera membopong Kakek Sholeh yang masih mengenakan kain sarung dan baju batik itu.

Kakek Sholeh sempat dibawa ke Rumah Sakit Balung untuk mendapatkan penanganan medis. Namun saat dalam perjalanan ternyata sudah meninggal dunia.

Kematian Kakek Sholeh dikaitkan warga sekitar dengan perasaan sayangnya pada sapi yang dikurbankan. Sapi itu dipelihara Kakek Sholeh sejak kecil. Diduga Kakek Soleh tidak tega melihat sapi kesayangannya itu dikurbankan.

Kapolsek Bangalsari, Iptu Joko Sumargo membenarkan video yang viral itu. Kata dia, Kakek Sholeh meninggal karena serangan jantung. Iptu Joko menjelaskan, berdasarkan keterangan keluarga, Sholeh diketahui mempunyai riwayat penyakit jantung.

“Setelah kejadian itu, Pak Sholeh dibawa ke Rumah Sakit Balung, saat di perjalanan ternyata sudah meninggal dunia,” ujarnya, Jumat (30/6/2023) sebagaimana dilansir Komoas.com.

Joko menuturkan, sapi yang disembelih oleh warga sudah dirawat oleh Sholeh sejak kecil, dan sengaja dikurbankan pada Idul Adha tahun ini.

“Kebetulan Pak Sholeh ini juga Ketua RT di Dusun Glagasan, dan sudah merawat sapi tersebut sejak kecil. Kemudiaan saat melihat sapinya mau disembelih, tiba-tiba Pak Sholeh jatuh,” kata pria yang akrab disapa Joko ini.

Setelah insiden tersebut, jenazah dibawa oleh pihak keluarga untuk dimakamkan. “Dan pihak keluarga juga tidak kejadian tersebut dan menerima hal itu dengan ikhlas dan lapang dada,” urainya.

Penulis: Wawan Idris