mhnews.id.- Mendadak menghapus semua cuitan tentang isu ijazah palsu Presiden Joko Widodo, wanita berjilbab ini rupanya diam-diam merasa telah bersalah memfitnah sekaligus menyebarkannya secara massif di media sosial.
Wanita ini tidak lain adalah Tifauzia Tyassuma alias dokter Tifa. Selama bergulir isu ijazah palsu Presiden Joko Widodo, dr. Tifa begitu bersemangat membuat analisa, berkomentar, membuat opini, dan menyebarkannya melalui akun twitter di berbagai media sosial.
Hebatnya lagi, komentar dan opininya itu semuanya kontroversial yang lebih menjurus pada penyebaran kebencian dan berita bohong alias hoax. Namun kini semua opini dan komentarnya itu mendadak dihapus.
Ada apa dengan dr. Tifa? Apakah karena sudah sadar kalau cuitannya itu fitnah semata, salah, dan bohong alias hoax? Kalau demikian, maka pasal-pasal penyebaran berita bohong atau hoax dan ujaran kebencian itu pun sudah menanti.
Untuk melawan lupa melansir warta ekonomi.co.id inilah beberapa cuitan twitter dr. Tifa yang berisi opini dan komentar yang menjurus pada ujaran kebencian dan fitnah. Misalnya cuitan kala dr. Tifa membandingkan bentuk bibir dari foto wisuda dan terbaru Jokowi.
“Sebagai dokter yang lulus matkul Anatomi 15 SKS pasti tahu, hidung, bibir & gigi di foto sebelah kanan adalah milik 2 orang yang berbeda,” seperti itulah kutipan cuitan dokter Tifa yang kini telah dihapus.
Contoh cuitan lain yang dihapus adalah mengenai skripsi Jokowi. Ia membandingkan skripsi mahasiswa UGM bernama Joko Widodo, yang satu diklaim berasal dari SMA 6 Yogyakarta, yang satu dari SMA 6 Surakarta.
“Berarti di tahun 1985, Fak Kehutanan UGM memwisuda 2 orang lulusan dengan nama sama: Joko Widodo, dengan 1 skripsi,” tutur dokter Tifa melanjutkan.
Lalu cuitan lain yang telah tiada adalah mengenai ijazah Jokowi yang seruwet mobil Esemka. “Soal ijazah ini sama ruwetnya dengan soal mobil ESEMKA. Seruwet kisah hidup orang yang diceritakan Bambang Tri,” cuitnya.
Sedangkan cuitan terakhir yang hilang adalah sindiran dokter Tifa mengenai ijazah Jokowi yang dinilai ditulis secara sembarangan oleh UGM.
“Apakah UGM tidak tahu, pemilik ijazah ini kelak bakal jadi Presiden ya?” sindirnya, membandingkan foto ijazah Jokowi dengan miliknya yang dicetak menggunakan font tulisan yang rapi.
Belum diketahui alasan dr. Tifa menghapus cuitan-cuitannya itu. Hanya saja publik langsung mengaitkannya dengan penangkapan Bambang Tri Mulyono serta Sugi Nur Raharja, meski keduanya diciduk akibat melakukan penodaan agama.
Penulis: Wawan Idris




