MHNEWS.id.- Akun TikTok, ‘cinta NKRI’ memposting sebuah video yang menyindir capres-cawapres, para pendukungnya, dan masyarakat yang percaya janji minum susu dan makan siang gratis.

Dalam video itu menarasikan sebagai berikut: Mau ngasih makan saja harus jadi presiden dulu, hahahaha. Itu pun dari pajak. Pajak yang dinaikkan untuk ngasih makan rakyat, anak-anak rakyat.

Katanya seluruh Indonesia Ibu-ibu masak untuk makan siang gratis. Hahahahahaha dari pajak. Yang lucunya itu, koq masih ada orang yang percaya gitu loh. Sebodoh-bodohnya saya, saya tahu itu cara korupsi juga. Nanti satu dua kali nyampe ke rakyat makanan itu.

Bahan-bahannya beras, bahan pokok lain-lainnya. Dan satu kali dua kali nyampe memang. Tiga kali empat kali yang masuk ke kantongnya itu.

Makanya banyak itu caranya itu calon pemimpin itu untuk mengambil uang rakyat. Yang herannya aku itu, sama yang percaya itu lho. Sama pendukungnya itu lho. Yo makan!     

Sindiran video TikTok tersebut memang bermula dari pernyataan Anggota Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibra, Hashim Djojohadikusumo. Ia menyebut biaya program makan siang gratis untuk anak-anak akan mencapai Rp 450 triliun per tahun.

Nantinya, progam makan siang itu akan ditujukan bagi 82,9 juta anak-anak, termasuk yang masih belum sekolah.

“Tiap hari nih kita akan berikan makanan gratis untuk 82,9 juta jiwa minimal, minimal, dan saya bisa katakan bahwa dana untuk ini, program ini akan memakan dana 450 triliun rupiah setiap tahun,” kata Hashim dikutip pada Jumat (22/12/2023).

Hashim juga memastikan dana program makan siang gratis tidak akan mengambil dana dari anggaran program bantuan sosial (bansos). Menurut Hashim, dana program makan siang gratis akan menggunakan anggaran baru.

“Saya bisa katakan karena saya ikut tim pakar, dana ada dan bakal ada, dan ini bukan dari anggaran bansos, aliran bansos. Yang 500 triliun tahun depan itu tetap bansos, kita tidak akan ambil uang bansos untuk ini,” tegas dia.

Nyaris setara bangun IKN

Anggaran makan siang gratis Rp 450 triliun dalam setahun tentunya merupakan biaya yang sangat besar. Bahkan nilainya nyaris setara dengan total investasi untuk membangun Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur.

Presiden Joko Widodo pernah menyebut, pembangunan IKN di Penajam Paser Utara, Rp 460 triliun. Dana itu nantinya berasal dari berbagai sumber, salah satunya anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

“Hitungan sementara 466 triliun rupiah, itu kurang lebih 19-20 persen itu nanti berasal dari APBN,” kata Jokowi dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden.

Jokowi mengatakan, pembangunan IKN Nusantara adalah sebuah pekerjaan yang besar dan rumit. Selain butuh dana yang banyak, diperlukan pula waktu yang tidak sebentar.

Menurut dia, butuh waktu 15-20 tahun untuk dapat menyelesaikan megaproyek ini. Oleh karenanya, infrastruktur harus segera dibangun. Presiden pun berharap pembangunan IKN Nusantara ke depan berjalan dengan baik.

Penulis: Wawan Idris