mhnews.id.- Anggota Komisi V DPR RI, Dedi Wahidi meminta agar pemerintah tidak membeda-bedakan sekolah negeri dan sekolah swasta karena sama-sama memiliki misi dan tujuan untuk mencerdaskan anak-anak dan bangsa Indonesia.
Hal tersebut dikatakan Dedi saat menghadiri pengukuhan dan pelantikan Pengurus Forum Komunikasi Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Swasta (FKK SMKS) Jawa Barat periode 2022-2026 di Kampus Hijau Kaplongan Indramayu, Kamis (20/10).
Ketua Dewan Pembina Yayasan Darul Ma’arif yang menaungi Kampus Hijau Kaplongan, Karangampel, Indramayu ini meminta kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang diwakili Wagub Uu Ruzhanul Ulum untuk memperhatikan aspirasi dari sekolah-sekolah swasta.
Diungkapkan saat di Komisi X yang salah satu mitra kerjanya bidang pendidikan, Dewa sapaan akrab Dedi Wahidi selalu memperjuangkan aspirasi-aspirasi dunia pendidikan, seperti memperjuangkan pembangunan gedung-gedung sekolah, perpustakaan, dan bantuan-bantuan untuk siswa-siswi.
Perjuangannya itu dilakukan sama sekali tidak memandang sekolah atau murid berstatus negeri maupun swasta. “Saya ingin bantu supaya anak-anak semuanya sekolah di Indonesia supaya pintar semua. Kalau pintar semua, maka Indonesia akan menjadi negara maju,” kata Dewa.
Karena itu, Dewa menyinggung serta menyampaikan aspirasi swasta di hadapan Wagub Uu Ruzhanul serta Kadisdik Dedi Supandi. Ia meminta agar Pemerintah Provinsi Jabar tidak membedakan-bedakan perlakuan terhadap sekolah negeri maupun swasta.
“Yang di negeri, anak-anak SMK, anak Jawa Barat. Yang di swasta, anak-anak SMK, anak-anak Jawa Barat. Tolong perlakukan yang sama antar anak yang di negeri dan yang di swasta,” tegas politisi PKB ini.
Dewa percaya Wagub Uu bakal mengupayakan itu terwujud. Hal itu demi keadilan terhadap sekolah negeri maupun swasta khususnya di Jawa Barat. “Tapi saya yakin dan percaya, hati, perasaan, dan keinginan Pak Wagub sama dengan hatinya, perasaan, dan keinginan saya,” katanya.
Sementara itu, Wagub Uu Ruzhanul Ulum berterima kasih kepada kepada pihak SMK swasta yang turut membangun Jabar melalui bidang pendidikan. Pasalnya, jumlah sekolah swasta di Jabar lebih banyak daripada negeri.
Ia mengaku entah bagaimana nasib anak-anak Jabar kalau tak ada SMK swasta. Karenanya, Pemprov Jabar merasa terbantu karena generasi mudanya banyak yang bersekolah di SMK swasta.
Mengenai aspirasi Dewa, Wagub Uu mengaku pada dasarnya tidak ada perlakuan membedakan sekolah negeri dan swasta. Namun aspirasi itu akan diperjuangkan mengingat dirinya juga mengelola pendidikan swasta. “Mudah-mudahan bisa diperjuangkan di masa yang akan datang,” pungkas Uu.
Penulis : Rohman
Editor : Wawan Idris




