MHNEWS.id.- Suara Nahdlatul Ulama (NU) atau disebut kalangan nahdliyin selalu menjadi rebutan para calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) karena jumlahnya sangat besar.
Tak terkecuali bagi partai Kolasi Perubahan untuk Persatuan (KPP) yang dimotori Surya Paloh (NasDem) yang kemudian menetapkan Muhaimin Iskandar sebagai cawapres Anies Baswedan.
Tentu saja sebagai Ketua Umum PKB yang berbasis NU tersebut diharapkan bersatunya Cak Imin sebagai cawapres dapat mengerek elektabilitas Anies Baswedan dan tujuannya memenangkan kontestasi Pilpres 2024.
Namun bagaimana fakta suara NU yang diperebukan itu. Hasil survei Litbang Kompas menunjukkan hal berbeda dari harapan KPP maupun Ketua Umum PKB itu sendiri, Muhaimin Iskandar.
Sebab hasil survei membuktikan, elektabilitas capres KPP, Anies Baswedan, di kalangan pemilih berlatar belakang NU masih kalah dibandingkan dengan bakal capres PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo, dan capres Partai Gerindra, Prabowo Subianto.
Menurut survei Litbang Kompas 21 Agustus 2023, elektabilitas Ganjar di kalangan responden NU menjadi yang tertinggi, yakni 25,6 persen. Angka tersebut bersaing ketat dengan Prabowo yang mengantongi 25 persen.
Sementara, tingkat keterpilihan Anies di kalangan NU masih jauh tertinggal, yakni 12,8 persen. Pemilih kalangan NU sendiri banyak tersebar di Jawa Timur. Di wilayah ini, lagi-lagi, mayoritas warga NU memberikan dukungan buat Ganjar.
Sebanyak 37,1 persen responden NU di Jawa Timur mengaku bakal memilih Ganjar pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2024. Lalu, 20,8 persen memilih Prabowo. Sementara, hanya 7,5 persen responden NU di Jawa Timur yang mengaku mendukung Anies.
Temuan tersebut sejalan dengan minimnya suara Anies di kalangan pemilih di Jawa Timur secara umum. Di kelompok ini, Anies mengantongi 10,3 persen dukungan.
Sementara, Ganjar mendulang 33,5 persen suara dan Prabowo mendapat 21,2 persen dukungan dari pemilih di Jawa Timur.
Memang, survei yang sama memperlihatkan, elektabilitas Ganjar paling unggul dibandingkan dua pesaingnya. Secara umum, mantan Gubernur Jawa Tengah itu mencatatkan elektabilitas 24,9 persen.
Angka elektoral Ganjar bersaing ketat dengan Prabowo yang tingkat keterpilihannya mencapai 24 persen.
Sementara, Anies mengekor di urutan terakhir dengan angka elektabilitas separuh di bawah Ganjar dan Prabowo, yaitu 12,7 persen.
Penulis: Wawan Idris




