mhnews.id.- Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu mulai hari ini, Selasa (11/10) diwajibkan mengenakan pakaian dinas harian (PDH) baru. PDH tersebut adalah pakaian adat atau budaya Indramayu yang disebut komboran.
Pakaian dinas harian jenis komboran ini diwajibkan sesuai Peraturan Bupati (Perbup) Indramayu Nomor 93 tahun 2022 tentang pakaian dinas Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu sebagai pangganti Perbup Nomor 27 tahun 2016.
Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Indramayu, Dr. Achmad Sudalim Gymnasthiar, M.Pd. mengatakan Perbup No. 93 tahun 2022 ini diundangkan pada 18 Agustus 2022. Karenanya sejak tanggal itulah ASN wajib melaksanakannya.
“ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu wajib memakai baju adat atau budaya lokal Indramayu setiap hari Selasa. Peraturan tersebut harus ditaati sejak diundangkan selamat-lambatnya mulai 28 Oktober 2022. Hal itu bertujuan mengembangkan budaya lokal Kota Mangga,” katanya.
Diungkapkan Sudalim, pakaian adat atau budaya Indramayu yang dijadikan PDH itu ditetapkan berdasarkan hasil diskusi dengan para budayawan. Jenis pakaian adat itu adalah baju komboran,” kata Sudalim, saat ditemui mhnews.id di ruang kerjanya, Selasa (11/10).
Ia menjelaskan jenis komboran khas Indramayu terdapat perbedaan dengan komboran Jawa Barat pada umumnya. Perbedaannya terletak pada bagian kerahnya, yaitu ciri khas komboran Indramayu bermodel tutup kembu. “Tutup kembu ciri khasnya. Di Perbup dijelaskan,” tegasnya.
Ia mengakui setiap daerah harus mempunyai pakaian dinas harian yang memiliki ciri khas masing-masing. Setiap daerah dipersilakan untuk menggali potensinya, termasuk ciri khas budaya sendiri. Tujuannya agar budaya lokal masing-masing, termasuk budaya Indramayu tidak punah.
Dikatakan, budaya memiliki tempat penting untuk diangkat. Ia menyontohkan bangsa Jepang mengangkat tinggi-tinggi budaya. Meskipun mereka berpikirnya internasional, namun bertindaknya selalu tidak terlepas dari kearifan lokal.
“Orang Jepang walaupun go international, budayanya masih tetap dipakai, makanya maju. Kita sih pengennya begitu, budaya lokalnya masih tetap jadi pondasi,” terangnya.
Seperti diketahui, hal baru yang ada pada Perbup tersebut selain diberlakukannya PDH Budaya Indramayu, juga diberlakukan PDH Smart Casual setiap hari Jumat.
Penulis : Rohman
Editor : Wawan Idris




