MHNEWS.id.- Siapa yang akan mendapingi calon presiden (capres) Ganjar Pranowo sebagai calon wakil presiden (cawapres) pada pemilihan presiden 2024 mendatang sampai saat ini masih misteri.

Meskipun Ketua DPP PDIP, Puan Maharani sudah merilis lima nama, namun sampai saat ini belum ada tanda-tanda salah satu dari kelimanya itu akan dipilih dan dideklarasikan.

Kelima nama itu adalah Sandiaga Uno, Menteri BUMN Erick Thohir, eks Panglima TNI Andika Perkasa, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar.

Melansir Kompas.com,  Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) sebagai partai pengusung Ganjar Pranowo mengaku masih sedang menggodok nama-nama yang bermunculan sebagai kandidat cawapres.

Dalam prosesnya, PDI-P turut serta melibatkan partai politik pengusung Ganjar lainnya, yaitu Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Perindo, dan Partai Hanura. PPP sendiri mengusulkan Sandiaga Uno sebagai bakal cawapres Ganjar.

Namun, Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto pada Minggu (10/9/2023) di Kantor DPD PDI-P Provinsi Banten, mengakui adanya nama baru yang bisa saja muncul di luar kandidat cawapres Ganjar sejauh ini.

Hasto mengungkit sejarah Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 ketika PDI-P mengusung Joko Widodo (Jokowi) sebagai bakal calon presiden (capres). Kala itu, nama Ma’ruf Amin yang menjabat Ketua Majelis Ulama Indonesia, justru terpilih menjadi bakal cawapres Jokowi.

Padahal, nama Ma’ruf Amin tidak masuk dalam radar survei bakal cawapres Jokowi setahun ke belakang pada waktu itu.

“Secara empiris, 2019 itu kan di luar persoalan elektoral tiba-tiba kan muncul KH Maruf Amin. Sebagai suatu kemungkinan, hal itu bisa terjadi,” kata Hasto ditemui di Kantor DPD PDI-P Banten, Minggu.

Dengan begitu, menurut Hasto, nama tokoh baru sangat memungkinan untuk muncul menjadi pendamping Ganjar maju di Pilpres 2024.

Bahkan, Hasto membuka kemungkinan bakal cawapres Ganjar juga bukan berasal dari nama-nama yang sebelumnya kerap masuk dalam sejumlah survei nasional.

“Ya, di luar nama-nama survei yang sudah beredar juga bisa muncul suatu tokoh baru. Meskipun, nama yang dikerucutkan lima. Jadi mungkin saja ada tokoh nasional yang tidak ikut berkontestasi, namun terus bekerja secara silent penuh dedikasi bagi bangsa dan negara,” ujarnya.

“Sosok ini bisa saja selama ini tidak dilirik, namun memiliki rekam jejak membangun Indonesia secara progresif,” kata Hasto melanjutkan.

Namun, ia kembali mengingatkan bahwa semua keputusan mengenai Pilpres 2024 termasuk cawapres berada di tangan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri.

Hasto kemudian meminta semua pihak untuk menunggu pada saat waktunya akan diumumkan. “Apakah 2024 ini akan terjadi hal yang sama (di luar nama-nama hasil survei) kita tunggu tanggal mainnya, hehe,” kata Hasto sembari tersenyum.

Elektabilitas Mahfud

Mengenai munculnya nama Mahfud Md. sebagai cawapres Ganjar Pranowo selain yang lima figur tadi, memang beberapa kali tercatat dalam bursa cawapres di sejumlah hasil survei.

Namun, namanya memang menempati elektoral papan tengah di sejumlah survei. Yang mengejutkan, nama Mahfud sempat masuk dalam urutan tiga elektabilitas cawapres berdasarkan hasil survei Charta Politika pada Mei 2023.

Saat itu, elektabilitas Mahfud mencapai 15,2 persen. Hal itu diungkapkan Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya.

Menurut Yunarto, sejauh ini nama Mahfud tidak pernah masuk ke dalam top tiga kandidat cawapres dengan elektabilitas tertinggi.

“Dan yang ketiga, yang mengagetkan. Saya pikir ini nama baru, tidak pernah dibahas banyak terlalu banyak dalam rilis-rilis sebelumnya. Pak Mahfud ini di peringkat ketiga dan sudah masuk angka belasan persen,” ujar Yunarto dalam jumpa pers virtual pada 15 Mei 2023.

Yunarto mengatakan, elektabilitas Mahfud tidak terlampau jauh dari Ridwan Kamil dan Sandiaga Uno yang biasanya menjauhi sosok kandidat cawapres lain.

Terlebih, menurutnya, Mahfud berhasil menyalip angka elektabilitas nama-nama lain seperti Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri BUMN Erick Thohir, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, hingga Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.

Namun, pada Agustus 2023, elektabilitas Mahfud dalam jajak pendapat Litbang Kompas hanya mencapai 3,7 persen.

Elektabilitas Mahfud berada di bawah Ridwan Kamil, Sandiaga Uno, Erick Thohir, Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Penulis: Wawan Idris