ALHAMDULILLAHI ROBBIL ‘ALAMIN. Allahumma sholli ‘ala Muhammad, wa‘ala alihi wa shohbihi wa sallam. Memuji berlebihan dan melampaui batas kepada Mabi Muhammad Sholallohu alaihi wa sallam sangatlah dilarang.
Ustazd Yazid bin Abdul Qodir Jawas dalam almanhaj.or.id., mengatakan, salah satu sebab yang membuat seseorang menjadi kufur adalah sikap ghuluw dalam beragama.
‘Abdullah bin asy-Syikhkhir Radhiyallahu anhu berkata, “Ketika aku pergi bersama delegasi Bani ‘Amir untuk menemui Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, kami berkata kepada beliau, “Engkau adalah sayyid (penguasa) kami!”
Spontan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Sayyid (penguasa) kita adalah Allah Tabaaraka wa Ta’aala!” Lalu kami berkata, “Dan engkau adalah orang yang paling utama dan paling agung kebaikannya.
”Serta merta beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan: “Katakanlah sesuai dengan apa yang biasa (wajar) kalian katakan, atau seperti sebagian ucapan kalian dan janganlah sampai kalian terseret oleh syaithan.”.
Anas bin Malik Radhiyallahu anhu berkata, “Sebagian orang berkata kepada beliau, ‘Wahai Rasulullah, wahai orang yang terbaik di antara kami dan putera orang yang terbaik di antara kami! Wahai sayyid kami dan putera sayyid kami!’
Maka seketika itu juga Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Wahai manusia, ucapkanlah dengan yang biasa (wajar) kalian ucapkan! Jangan kalian terbujuk oleh syaithan, aku (tidak lebih) adalah Muhammad, hamba Allah dan Rasul-Nya.
Aku tidak suka kalian mengangkat (menyanjung)ku di atas (melebihi) kedudukan yang telah Allah berikan kepadaku.” .
Penulis: Wawan Idris




