ALHAMDULILLAHI ROBBIL ‘ALAMIN. Allahumma sholli ‘ala Muhammad, wa‘ala alihi wa shohbihi wa sallam. Bermaksiat dan berbuat dosa itu mudah, menyenangkan, indah, serta membahagiakan.

Bagi para pelaku maksiat dan pendosa tak dapat dipungkiri jika perbuatannya itu dirasakan begitu indah, menyenangkan, dan bisa mendatangkan kebahagiaan.

Alloh Tabaroqta’alla dalam Q.S. An-Naml ayat 4 berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, Kami jadikan terasa indah bagi mereka perbuatan-perbuatan mereka (yang buruk), sehingga mereka bergelimang dalam kesesatan.

Alloh Tabarokta’ala tidak akan salah. Bagi pelaku maksiat dan orang-orang sesat berbuat dosa itu begitu indah, menyenangkan, dan bahkan membahagiakan. Tidak hanya sebatas itu, mereka juga merasa bangga dan bahkan mulia.

Lihatlah di media sosial, TikTok, IG, twiter, WA, fb, terlebih di youtube pelaku maksiat dengan bangganya memamerkan keburukannya, juga keburukan orang lain termasuk orang ayah bundanya, adik kakaknya, ibu dan ayah mertuanya.

Para pelaku maksiat dan pendosa juga bangga mempertontonkan aurat, pamer kekayaan, bergibah, dan berbagai prilaku tercela lainnya yang dilarang agama.

Padahal dalam pandangan Alloh Tabarokta’ala prilaku seperti itu sangat buruk dan berimpilikasi dosa besar. Manakala mereka tidak segera bertobat, dosanya akan dibawa ke akhirat dengan balasan azab yang sangat pedih.

Mereka itulah orang-orang yang akan mendapat siksa buruk (di dunia) dan mereka di akhirat adalah orang-orang yang paling rugi.” .

Kerugian terbesar bagi pelaku maksiat tidak hanya akan diterima di dunia. Juga manakala tidak sempat bertobat, di akhirat akan mendapat azab neraka. Saat disiksa di neraka itulah mereka lalu menyesal dan ingin kembali ke dunia.

Namun Alloh Tabarokta’ala membalas keinginan mereka, “Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan Aku,” .

Karenanya, selagi ada kesempatan marilah kita senantiasa bertaubat atas segala dosa. Selagi maut belum menjemput bertobatlah dengan taubat yang tulus ikhkas, taubat nasuha.

Alloh Tabarokta’ala begitu Rahmaan, Rohiim, Maha Pengampun, dan Penerima taubat hamba-hambanya. Alloh Tabarokta’ala akan mengampuni dosa hamba-hambanya sebanyak apa pun jika mau bertaubat dengan sungguh-sungguh, tidak mengulangi, dan menyesali.

Sebab, kata Alloh Tabaroqta’alla, “Dan tidaklah taubat itu diterima Alloh dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan:

“Sesungguhnya saya bertaubat sekarang.” Dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih,” .

Penulis: Wawan Idris