ADA yang tidak biasa dari Kapolres Indramayu, AKBP M. Fahri Siregar dalam setiap konferensi pers berkenaan dengan pengungkapan kejahatan jalanan, khususnya kasus pencurian kendaraan bermotor.
Dari beberapa kali mengikuti konferensi pers, setidaknya MHNEWS.id mencatat dua hal utama yang tidak biasa dari Kapolres AKBP M. Fahri tersebut. Pertama, M. Fahri selalu memberikan nasihat menyejukan dan inspiratif kepada tersangka yang berhasil ditangkap.
Seperti halnya kepada Als alias Topan (21) warga Krangkeng ini. Tersangka dalam kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) ini Kapolres M. Fahri menasihati sekaligus memberikan motivasi agar residivis ini berubah dan insaf.
“Saya yakin kamu bisa berubah. Kamu harus berubah. Kamu masih sangat muda, masih produktif. Kamu masih bisa melakukan pekerjaan yang jauh lebih baik. Tenaga kamu masih kuat,” nasihat Kapolres M. Fahri, Senin (30/1/2023).
Ketika mengetahui hasil kejahatan Topan untuk membantu ekonomi keluarganya, Kapolres M. Fahri pun menasihati lagi. “Jadi kamu ngasih orang tua dari hasil mencuri? Tolong jangan. Jangan, ya,” ucap M. Fahri dengan suara agak berat.
Nasihat juga diberikan kepada RS alias Iing (30) warga Desa Kapringan, Krangkeng. Pelaku jambret ini ditangkap setelah aksinya digagalkan korbannya. Kepada pejambret yang sudah beberapa kali melakukan aksinya ini Kapolres M. Fahri mengingatkan agar menghentikan kejahatannya.
“Seharusnya kamu tidak boleh seperti ini. Kamu harus maju. Kamu harus berubah. Usia kamu masih muda. Masih bisa bekerja yang lebih baik. Apalagi kamu masih bujangan,” tuturnya, Senin (30/1/2023).
Kepada SGY alias Giyat (24) warga Desa Kedungwungu, Krangkeng Kapolres M. Fahri juga memberi nasihat saat konferensi pers, Minggu (19/2/2023). Residivis ini bersama kawannya yang juga warga Krangkeng sudah berkali-kali melakukan pencurian motor lintas kabupaten.
“Kamu sudah berkeluarga. Sayangi keluarga kamu. Tolong jangan ulangi lagi. Usia kamu masih muda. Masih produktif. Kamu harus yakin bisa bekerja lebih baik lagi. Jadikan ini sebagai pelajaran dan jangan kamu ulangi lagi,” tuturnya.
Sedangkan kepada NGRP alias Susi (23) warga Desa Srengseng, Krangkeng Kapolres M. Fahri Siregar menasehati agar berubah dan kapok dengan tertangkapnya lagi oleh polisi. Apalagi Susi sempat dihadiahi timah panas pada kakinya karena melawan saat akan ditangkap.
“Kamu masih muda, lho. Masa depanmu masih panjang. Masih produktif. Saya minta kamu harus berubah. Jangan punya kelakuan seperti ini. Harus kapok, ya. Jadikan ini pembelajaran untuk kamu,” tegas Kapolres M. Fahri, Rabu (8/3/2023).
Hal yang tak biasa kedua dari Kapolres AKBP M. Fahri Siregar adalah setiap kali konferensi pers selalu menyerahkan barang bukti kejahatan para pelaku kepada korban-korbannya. Saat penyerahan barang bukti itu sesungguhnya menjadi momen sangat spesial bagi korban.
Seperti diakui Novi yang sempat putus asa karena motor satu-satunya untuk antar jemput anak sekolah dicuri. Namun ketika dikabarkan motornya telah ditemukan Novi sangat gembira dan bahagia.
Antara percaya dan tidak saat mendengar kabar yang sebenarnya sangat dinanti-natikan itu. Namun karena kabar itu langsung dari petugas Polsek Kandanghaur maka Novi pun akhirnya merasa yakin.
Kebahagiannya membuncah, ketika motornya benar-benar ada dan kuncinya diserahkan. “Seneng, kesuwun Pak Kapolres. Motor sudah kembali. Ya Allah masih milik,” tutur Novi kepada MHNEWS.id, Rabu (8/03/2023).
Penulis : Iir Sairoh
Editor : Wawan Idris




