mhnews.id.- Pantai Rembat yang berada di Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat semakin menunjukan kelebihannya dibandingkan dengan objek wisata pantai lainnya yang ada di Kota Mangga ini.
Salah satu kelebihannya yang kini menjadi daya tarik wisatawan adalah suasana tenang dan damai. Pantainya landai, airnya jernih, dan ombaknya ramah sehingga bisa dinikmati semua kalangan tanpa rasa takut terbawa arus.
Kalau pun sedang musim ombak, wisawatan juga tidak perlu cemas atau takut. Karena Pantai Rembat memiliki Kelompok Pengelola Wisata Pantai yang telah terlatih. Mereka setiap saat siaga mengamankan wisatawan dari kemungkinan adanya kecelakaan pantai.
Kelompok Pengelola Wisata Pantai Rembat ini mendapatkan pelatihan penyelamatan bencana dari Pertamina Gas (Pertagas). Perusahaan milik negara (BUMN) ini merasa terpanggil untuk ikut mengembangkan potensi wisata Pantai Rembat melalui kegiatan CSR-nya.
GM Pertagas Operation East Region, Hendra Tria Putra Nasution menjelaskan, pelatihan penyelamatan bencana di air untuk kelompok Pengelola Wisata Pantai Rembat ini sudah dilakukan pada September 2022 lalu.
“Kini pengelola wisata telah memiliki kemampuan untuk melakukan penyelamatan bilamana dibutuhkan. Ini menjadi salah satu nilai jual Pantai Rembat yang mungkin tidak semua pantai wisata miliki,” papar Hendra Nasution kepada mhnews.id. Kamis (24/11).
Dijelaskan, sebelumnya Petragas juga mengembangkan konsep eduwisata kesiapsiagaan bencana abrasi juga menggerakan kelompok untuk bersama-sama membuat papan-papan berisi informasi atau edukasi terkait sejarah Pantai Rembat termasuk abrasi yang terjadi di tahun 2020.
Pada kurun tersebut memang sempat terjadi abrasi sehingga menghilangkan sebagian besar area pantai juga berbagai jenis vegetasi yang hidup di Pantai Rembat. Sekarang Kelompok Pengelola Wisata bekerja sama dengan berbagai pihak terutama Pertraga terus melakukan upaya perbaikan.
“Pemasangan papan dokumentasi upaya yang dilakukan untuk mencegah abrasi, juga alat-alat yang digunakan untuk mencegah dan menahan abrasi ini menonjolkan keunikan tersendiri. Diharapkan kelak Juntinyuat dapat menjadi Desa Wisata yang mandiri,” harap Hendra.
Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Dispara) Kabupaten Indramayu, Hj. Ela Nurlaela Sari, S.E., M.Si. mengucapan terima kasih atas peran serta Pertagas melakukan pendampingan program eduwisata di Pantai Rembat.
Berkat sinergitas Petragas dengan Pemerintah Desa dan masyarakat itulah kini objek wisata Pantai Rembat Juntinyuat memiliki keunikan sendiri dengan icon eduwisata. Masyarakat pun kini merasakan dampak positifnya yaitu adanya pertumbuhan ekonomi yang cukup baik.
”Indramayu menjadi salah satu tujuan wisata bahari, akan tetapi abrasi menjadi ancaman utamanya karena kerap menyebabkan hilangnya pantai. Hadirnya Pertagas dengan program Perisai Bumi menumbuhkan semangat masyarakat kembali untuk menata pantai akibat bencana abrasi,” katanya.
Penulis : Iir Sairoh
Editor : Wawan Idris




