MHNEWS.id.- Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) tak hanya mencetak pribadi mahasiswa yang berpengetahuan, melainkan juga melahirkan pemuda-pemuda pejuang di ranah sosial.
“Para mahasiswa yang dikenal sebagai agen perubahan mesti mengikuti PMII,” ujar Ketua Dewan Pembina Yayasan Darul Ma’arif Kaplongan, H. Dedi Wahidi (Dewa) saat menghadiri kegiatan Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) PMII Komisariat STKIP NU Indramayu.
Kegiatan Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) PMII Komisariat STKIP NU Indramayu atau Kampus Hijau Kaplongan itu sendiri diselenggarakan pada 30 Agustus-1 September 2023.
Ditegaskan Dewa, PMII adalah ladang pengetahuan dan laboratorium dalam menampilkan wajah perjuangan para kaum muda. Dewa tak meragukan kapasitas mahasiswa yang tergabung dalam PMII. Pasalnya, mereka memiliki kemampuan yang tidak diajarkan di bangku perkuliahan.
“Mahasiswa PMII dilatih dalam organisasi, misalnya public speaking dan leadership (kepemimpinan),” jelasnya.
Ia berharap mahasiswa STKIP NU Indramayu yang mengikuti Mapaba tersebut menjadi mahasiswa yang berkontribusi di ranah yang lebih luas.
“Nanti menjadi pelopor penggerak mahasiswa NU lainnya untuk berperan aktif mewujudkan insan yang bervisi Aswaja An-Nahdliyah, juga ikut andil dalam pembangunan kemajuan bangsa,” harap politisi PKB ini.
Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang PMII Kabupaten Indramayu, Febi Soeharto yang diwakili Ketua Korps PMII Puteri (KOPRI), Nopiyah, mengatakan mahasiswa yang telah dibaiat menjadi anggota PMII melalui kegiatan Mapaba tersebut sudah menjadi bagian untuk melakukan perubahan-perubahan sebagaimana tersematkan sebagai agen perubahan.
“Anggota PMII harus selalu berproses untuk pengembangan kapasitas, sehingga dapat menjadi pioneer dalam aktifitas di lingkungan sekitarnya,” ucap Nopiyah, didampingi Ketua PMII Komisariat Kampus Hijau Indramayu, Wiranto.
Dijelaskan, Mapaba merupakan gerbang awal untuk memasuki dunia organisasi PMII yang akan membawa mahasiswa menuju aktivitas kemandirian secara berpikir dan bergerak.
“Akan ada kaderisasi yang dilakukan setelah Mapaba, yaitu SIG (Sekolah Islam dan Gender), PKD (Pelatihan Kader Dasar) dan sekolah non formal lainnya,” tambahnya.
Seperti diketahui, Mapaba yang bertema Transmisi PMII Membentuk Anggota yang Bervisi Aswaja An-Nahdliyah tersebut diikuti ratusan mahasiswa baru perguruan tinggi setempat.
Penulis : Rohman
Editor : Wawan Idris




