MHNEWS.id.- Elit Partai Demokrat (PD) kini sedang dilanda kegalauan, kebimbangan, dan bisa jadi keputusasaan lantaran peristiwa pahit, yaitu tragedi ‘penghianatan’ yang belum lama ini menimpa.

Pasca Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) yang dimotori Surya Paloh menetapkan Muhaimin Iskandar sebagai calon wakil presiden bagi Anies Baswedan, PD kini sendiri atau juga menyendiri.

Di tengah situasi itu sebenarnya muncul wacana koalisi poros baru antara PPP, PD, dan PKS. Namun PD sendiri sepertinya tidak tertarik. Elit PD seperti Andi Arif, Benny K. Harman, bahkan SBY malah seperti sedang mepertimbangkan untuk bergabung ke PDIP.

Hal ini ditenggarai dengan semakin santernya wacana pertemuan antara Ketua Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Wasekjen PDIP Utut Adianto menyikapi adanya wacana pertemuan tersebut. Utut berterima kasih kepada SBY jika mau membantu dukung bakal capres PDIP Ganjar Pranowo.

“Kalau orang kayak saya dari sisi saya, siapapun yang mendukung capres kita, kita berterima kasih pertama itu dulu prinsip besarnya,” tegas Utut.

“Kalau Demokrat dalam hal ini Pak SBY mau membantu, ya saya terima kasih,” imbuhnya kepada wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (7/9/2023).

Meski demikian, Utut mengatakan sejauh ini belum ada agenda yang terkonfirmasi terkait pertemuan dua tokoh pemimpin itu. Ia menegaskan per hari kemarin, wacana tersebut belum muncul dari Megawati.

“Kalau design (pertemuan terbuka atau tertutup) seperti ini saya nggak tahu. Nanti, kan pertimbangannya datang dari ibu apakah terbuka, apakah tertutup, saya nggak bilang apakah sudah ibu dalam posisi akan bertemu saya juga nggak tahu, belum diinfo,” ucap Utut.

“Kalau terakhir saya ketemu ibu ya kemarin, tidak ada omongan apapun. Yang jelas ya kemarin ibu bersyukur Mbak Puan putrinya kemarin merayakan ultah, dan genap setengah abad,” sambungnya.

Utut juga berbicara terkait Megawati yang sempat menerima kedatangan Ketum PD Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Waketum PD Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) pada Lebaran beberapa tahun lalu. Menurutnya pertemuan Mega dan SBY juga kerap terjadi pada acara kenegaraan.

“Semua punya pertimbangan kalau ibu sendiri kan pernah menerima Pak AHY dan Mas Ibas saat lebaran sekitar 3, 4 tahun silam di rumah waktu lebaran,” ungkapnya.

“Ya, itu saja yang bisa saya sampaikan pernyataannya dengan itu. Kalau ketemu Pak SBY kan kalau di 17-an suka ketemu di Istana,” pungkasnya.

Penulis: Wawan Idris