MHNEWS.id.- Orang yang sudah lanjut usia (Lansia) hanya merepotkan. Stigma ini melekat kuat dalam masyarakat kita. Namun Warsan (62) ini menjadi sosok yang dapat mengubah stigma tersebut.
Pada usianya yang sudah tidak muda lagi, Warsan menikmati masa tua bersama istri menjadi pengusaha jangkrik. Ia bukan tipikal Lansia merepotkan. Dengan usaha ternak jangkrik di rumahnya, Warsan menjadi Lansia produktif.
Sambil memberi makan jangkrik piarannya, Warsan bercerita awal mula menjadi peternak jangkrik. Sebelum menjadi peternak jangkrik Warsan berprofesi sebagai penarik beca. Penghasilannya antara Rp 30.000,00 s.d. Rp 50.000,00/hari.
Namun saat pandemi covid tahun 2019-2020 ia nganggur. Karena pandemi tidak banyak orang yang menggunakan jasanya. Akhirnya ia berhenti menarik beca. Warsan pun menganggur dan tidak punya penghasilan. Padahal ia memiliki tanggungan menghidupi istri dan 6 orang anak.
“Waktu itu pandemi tahun 2020 praktis nganggur, ga ada yang pake beca. Saya dari situ saya ga ada uang buat makan anak dan istri,” ungkap Warsan kepada MHNEWS.id saat ditemui di rumahnya di Desa Tegalurung, Kecamatan Balongan, Indramayu, Senin (6/03/2023).
Setelah lama mengganggur Warsan ditawari saudaranya menjadi peternak jangkrik yang sudah lebih dulu menekuni usaha tersebut. Saudaranya itu memiliki peternakan jangkrik di Bangkir dan sukses.
Mendapat tawaran itu Warsan pun mencobanya. Saat itu Warsan hanya memiliki dua kotak untuk ternak. Sedangkan bibit atau telur jangkrik dipasok dari suplier dan suplier itu juga yang membeli jangkrik Warsan ketika panen usia satu bulan.
Pada saat panen pertama, setelah satu bulan pemeliharaan Warsan mendapatkan uang sebanyak Rp 1.500.000,00 s.d. Rp 2.000.000,00. Penghasilan itu diperoleh Warsan dari satu kotak jangkrik peliharaannya.
Harga jangkrik sendiri saat itu setiap kilonya berkisar Rp 20.000,00 s.d. Rp 35.000,00. “Jangkrik panen satu bulan sekali. Alhamdulilah untung dan dapat meningkatkan penghasilan,” ujar Warsan.
Berkat ketekunan dan keseriusannya, usaha ternak jangkrik Warsan terus berkembang. Kini Warsan telah memiliki 4 kotak kandang jangkrik. Dengan bantuan permodalan dari rumah zakat rencananya akan membuat 2 kotak lagi sehingga jumlahnya menjadi 6.
Inspirator dari Rumah Zakat Tegalurung, Lastri Mulyani mengatakan pihaknya turut serta memberikan program pemberdayaan masyarakat, ekonomi, dan kesehatan. Melalui program kesehatan rumah zakat memberikan modal usaha khusus kepada para lanjut usia (lansia).
“Tujuannya, supaya diusia senjanya mereka tetap produktif dan mandiri. Jadi kita berdayakan lansia agar punya kegiatan usaha produktif, bisa menghasilkan, dan bisa mandiri,” jelas Lastri.
Modal usaha pada program kesehatan ini diberikan cuma-cuma. Yang penting mereka punya kesibukan yang menghasilkan. “Modal yang kita berikan untuk program kesehatan produktif ini cuma-cuma. Bahkan kita cek kesehatan para lansia agar mereka tetap sehat,” terangnya.
Lastri mencontohkan usaha yang dirintis Warsan dalam mengembangkan ternak jangkrik berawal sejak 2 tahun lalu. Dari awalnya 2 kotak sekarang berkembang menjadi 4 kotak. Bahkan rencana akan bertambah.
Artinya, kata Lastri walau usia sudah lanjut, tetapi masih produktif dan mandiri, bahkan tampil menjadi pengusaha kendati dalam skala kecil. “Ini bisa menginspirasi, usia lanjut tapi produktif. Lansia bisa beternak, berkebun, apa saja sesuai keinginannya. Mereka kita suport,” ujarnya.
Penulis : Iir Sairoh
Editor : Wawan Idris




